Tracker Wanita Sumenep, Madura : Diana Safitri Ogah Kalah Dengan Kaum Adam

1

Otospeed.id – Sumenep. Pesan dari Raden Ajeng Kartini kepada para Wanita Indonesia yang tertuang di buku Habis Gelap Terbitlah terang seakan menjadi Filosi para perempuan Tangguh Indonesia di era Milenial ini. Kita simak kiprah speed Lover asal Kabupaten Sumenep Madura yang merayakan hari Kartini di masa Pandemi Covid -19 sekarang ini.

Diana safitri

Bagi Diana Safitri seorang Mahasiswi STKIP PGRI Sumenep Fakultas Prodi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi yang juga tracker asal Batuputih Kabupaten Sumenep , merayakan Hari kartini tahun ini memang tak banyak kegiatan yang ia lakukan. Karena memang masih suasana #socialdistancing dan masa kuliah dirumah . “ Jelas emansipasi wanita Indonesia kini telah terjadi, para pemimpinpun juga tak jarang seorang perempuan. Ini berarti Perempuan Indonesia benar – benar sejajar dengan Pria. Begitu pula sebagai pembalap Grasstrack meskipun tak banyak jumlahnya, namun kita berusaha untuk terdepan di beberapa kelas “ Ucap putri semata wayang pasangan Junaidi dan Saedah itu .

Garang di trek berdebu

Dari beberapa poin semangat Kartini memang disaat Pandemi Covid-19 banyak sekali pembatasan kegiatan, utamanya latihan fisik, latihan Grasstrack dan kegiatan perkuliahan sangat terganggu apa lagi harus kuliah online. Semua harus jadi serba online. Banyak mahasiswa yang mengeluh karena kadang dari segi sinyal susah dan kuota internet terbatas. Namun covid19 bukan alasan untuk bermalas malasan dirumah, banyak hal positif yang dapat dikerjakan dirumah.

Sifat Tomboy Diana

Saat otospeed bertandang di beberapa seri kejuaraan Grasstrack dan Motocross di Madura, Diana Safitri dengan atribut nomer start #19 selalu eksis dibeberapa kelas yang dilombakan. Ini berkat dukungan tim JMR (Jun Motor Racing) team dan sang Ayah Junaidi yang sekaligus tuner beberapa motor yang dipakainya. Doi lulusan SMAN 1 Sumenep ini acapkali naik podium meski kelasnya terbuka, jadi rival beratnya memang para pembalap pria . namun apa kiat balapnya yang digelutinya sejak kelas Minimoto saat masih usia 12 tahun. “ Saya masih lebih pas di Grasstrack di beberapa kelas baik lokal dan karesidenan Madura , meskipun tak jarang ada yang ajak main Roadrace, namun dengan ortu dilarang. Disaat #socialdistanching praktis ga ada kegiatan apalagi latihan atau jogging fisik “ lanjut warga  Jln. Arya wiraraja, rt/rw 04/04, desa gedang gedang, kec. Batuputih, kab. Sumenep

calon Pendidik olahraga dan jasmani

Namun dengan meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi untuk kejar S1 dunia Pendidikan, kegiatan balapnyapun masih saja berlangsung. Tetapi entah lagi di tingkat lebih tinggi usai semester ke 2 ini jadwal perkuliahan semakin padat seiring disiplin ilmu yang dipilihnya. Jika speedlover ingin tonton kegiatan Diana Safitri bias lewat media social IG diana.safitri19, Channel Youtube  Diana Safitri dan Pembalap Cewek  

Bersama ayah tercinta dan Timnya JMR

Tetap semangat Calon Bu Guru  pewaris cita – cita Kartini Millenial  |Me

Baca Juga : Fera Amanda Veronika pebalap Blitar