340 Film Pendek Ramaikan SMC 2026, Kampanye Keselamatan Berkendara Tembus 1,7 Juta Penonton

Para Narasumber talkshow SMC 2026 Sedang Membahas Pentingnya Keselamatan Berkendara Dihadapan Para Mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta (09/09/2026)

                   Otospeed.id – Jakarta. Kampanye keselamatan berkendara mendapat perhatian luas melalui kreativitas generasi muda dalam ajang Safety Riding Short Movie Contest (SMC) 2026. Sebanyak 340 film pendek yang diproduksi peserta dari berbagai daerah di Indonesia berhasil menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton melalui platform digital.

                   Kompetisi yang digelar Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) tersebut diikuti 985 peserta. Jumlah partisipasi itu meningkat 72,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah karya yang dihasilkan tumbuh 69 persen.

                   Mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”, SMC 2026 menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakter pengguna media sosial saat ini. Peserta ditantang membuat film pendek dengan durasi maksimal tiga menit. Karya kemudian dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube sehingga pesan mengenai pentingnya berkendara aman dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin Memberikan Apresiasi Secara Langsung Kepada Iqbal Bahi asal Universitas Siber Asia, Sebagai Pemenang Kategori Mahasiswa di ajang SMC 2026

Film Pendek Jadi Media Edukasi Keselamatan Berkendara

                  Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri memilih sembilan film terbaik dari tiga kategori peserta, yakni pelajar SMA atau sederajat, mahasiswa, dan umum. Untuk kategori pelajar, film “Ini Atau Ini?” dari SMK Kristen Immanuel II Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil keluar sebagai juara pertama.

                  Film tersebut mengangkat pesan mengenai pentingnya mengambil keputusan secara bijak ketika berkendara. Cerita yang disajikan mengingatkan bahwa keselamatan di jalan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga keputusan sederhana yang dibuat setiap pengendara.

                  Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia, DKI Jakarta, melalui film berjudul “Pulang dengan Selamat”.

                  Film tersebut mengangkat sisi emosional dari keselamatan berkendara dengan menempatkan keluarga sebagai alasan penting bagi seseorang untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

                 “Bagi saya, kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti, bukan hanya karena berhasil meraih juara, tetapi karena melalui karya ini saya bisa menyampaikan pesan keselamatan berkendara dengan cara yang dekat dengan kehidupan anak muda.” ujar salah satu pemenang, Iqbal Bahi.

Antusias Para Peserta Mengikuti Edukasi Keselamatan Berkendara Dari Para Instruktur Safety Riding Honda Dalam Kegiatan Puncak SMC 2026

Tantangan Media Sosial Perluas Pesan Safety Riding

                  Selain kompetisi film pendek, SMC 2026 juga menghadirkan Social Media Challenge. Sebanyak tiga konten terbaik dalam tantangan tersebut mendapatkan apresiasi dari Yayasan AHM. Berbeda dengan film pendek yang memiliki durasi maksimal tiga menit, peserta Social Media Challenge membuat video berdurasi hingga 60 detik.

                  Format tersebut memungkinkan pesan keselamatan berkendara dikemas secara lebih ringkas dan mudah dikonsumsi pengguna media sosial. Pendekatan ini sekaligus memperluas kampanye safety riding ke berbagai kanal digital yang banyak digunakan generasi muda.

Puncak SMC 2026 Digelar di UNJ

                  Rangkaian SMC 2026 ditutup melalui kegiatan puncak yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 9 September. Acara tersebut tidak hanya menjadi momentum pemberian penghargaan kepada para pemenang, tetapi juga diisi berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya adalah talkshow mengenai keselamatan berkendara.

                  Talkshow menghadirkan Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, Dekan FMIPA UNJ Dr. Hadi Nasbey, S.Pd., M.Si., serta Kasie Pendidikan Masyarakat Subdit Keamanan dan Keselamatan Berkendara Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sri Indira Purnamawati, S.Sos., M.M., M.Si.

                  Peserta juga memperoleh wawasan mengenai proses pembuatan konten kreatif melalui sesi bersama konten kreator dan praktisi sinematografi Anggun Adi atau Goenrock. Materi tersebut memberikan perspektif bahwa film pendek dan konten digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik, termasuk untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara lebih menarik.

                  Sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas peserta, Yayasan AHM menyediakan total hadiah sebesar Rp50 juta bagi para pemenang SMC 2026.

Salah Satu Peserta Sedang Melakukan Shooting Untuk Karya Video Keselamatan Berkendara di Ajang SMC 2026 Yang Digelar Yayasan AHM

Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Keselamatan

                  Ketua Yayasan Astra Honda Motor Ahmad Muhibbuddin mengatakan generasi muda memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara dengan cara yang lebih relevan bagi masyarakat.

                 “Generasi muda memiliki kreativitas dan perspektif yang dapat menjadi kekuatan dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Melalui SMC, kami memberikan ruang dan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat,” ujar Muhib.

                  Melalui SMC 2026, Yayasan AHM mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun budaya keselamatan di jalan. Pesan tersebut tidak hanya disampaikan melalui aturan berkendara, tetapi juga melalui cerita, pengalaman, dan kreativitas yang dapat menjangkau masyarakat melalui media digital.

                  Dengan jumlah karya yang mencapai ratusan dan total jangkauan penonton lebih dari 1,7 juta, Safety Riding Short Movie Contest 2026 menunjukkan bahwa kampanye keselamatan berkendara dapat dikemas dengan pendekatan kreatif tanpa kehilangan pesan utamanya: memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat. |ADV