WorldSBK 2026 Australia : Nagashima Nyaris Tembus 10 Besar

                   Otospeed.id – Australia. Phillip Island kembali menghadirkan balapan penuh drama pada seri pembuka WorldSBK 2026. Cuaca yang berubah-ubah sejak pagi membuat para pembalap harus beradaptasi cepat, terutama saat Race 2 digelar dalam kondisi lintasan basah dan angin kencang.

Di tengah situasi tersebut, pembalap penguji Honda HRC, Tetsuta Nagashima, tampil tenang dan konsisten. Turun sebagai pengganti di putaran pertama musim ini, ia sukses mengamankan posisi ke-11 pada Race 2 yang berlangsung di Phillip Island Circuit, Minggu (22/2/2026).

Sejak awal akhir pekan, tantangan sudah terasa bagi tim Honda HRC. Tanpa dua pembalap reguler, Jake Dixon dan Somkiat Chantra, tim hanya mengandalkan Nagashima sebagai ujung tombak di seri pembuka ini.

                    Pada Superpole Race yang berlangsung 10 lap, Nagashima memulai balapan dari baris keenam. Start yang kurang maksimal membuatnya sempat kehilangan beberapa posisi. Meski begitu, ia terus berusaha memperbaiki ritme balapnya. Dalam kondisi trek yang sempat terancam hujan, pembalap asal Jepang itu akhirnya menyelesaikan sprint race di posisi ke-17.

Baca Juga : https://otospeed.id/hasil-worldsbk-australia-2026-nagashima-start-positif-bersama-honda-hrc-di-phillip-island/

                    Tantangan sesungguhnya datang di Race 2. Hujan yang turun sebelum balapan membuat kondisi lintasan jauh lebih sulit dibanding sehari sebelumnya. Angin kencang juga menambah tingkat kesulitan di sirkuit cepat seperti Phillip Island.

                    Nagashima kembali mengalami start yang tidak ideal dan sempat turun hingga posisi paling belakang di lap pembuka. Namun ketenangannya menjadi kunci. Perlahan tapi pasti, ia mulai menemukan grip di atas aspal basah dan meningkatkan kecepatannya.

Baca Juga : https://otospeed.id/aldi-mahendra-cetak-sejarah-raih-podium-di-worldssp-2026/

                   Memasuki lap ketujuh, ia sudah naik ke posisi ke-14. Kepercayaan dirinya semakin meningkat di paruh kedua balapan. Saat beberapa rival melakukan kesalahan karena kondisi licin, Nagashima justru tampil stabil dan minim error.

                  Kerja kerasnya terbayar di lap-lap akhir. Ia berhasil naik ke posisi ke-11 saat bendera finis dikibarkan — hanya terpaut kurang dari empat detik dari posisi sepuluh besar.

                 Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Honda HRC di putaran pembuka musim 2026. Mengingat minimnya persiapan dan statusnya sebagai rider pengganti, performa Nagashima bisa menjadi modal penting menghadapi seri-seri berikutnya.

                 Sementara itu, pembalap wildcard Ryan Vickers sempat menunjukkan potensi dengan finis posisi ke-15 pada Superpole Race, namun gagal menyelesaikan Race 2.

                 Seri pembuka WorldSBK 2026 di Australia pun menjadi awal musim yang penuh pembelajaran bagi Honda HRC. Dengan kondisi cuaca ekstrem dan komposisi pembalap yang tidak ideal, raihan P11 dari Nagashima menjadi hasil yang layak diapresiasi. |OS