Otospeed.id – Red. Gasket atau paking merupakan komponen yang berfungsi sebagai penyekat antarpermukaan mesin agar oli, kompresi, maupun cairan pendingin tidak bocor. Meski terlihat sederhana, proses pemasangan gasket membutuhkan ketelitian. Banyak kasus kebocoran mesin bukan disebabkan kualitas gasket yang buruk, melainkan kesalahan saat pemasangan.
Nah.. agar mesin tetap awet dan bekerja optimal, berikut adalah panduan yang diberikan oleh Tennoci Gasket tentang beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat memasang gasket motor.
Yang pertama menggunakan gasket bekas. Kesalahan paling sering terjadi adalah memasang kembali gasket yang sudah pernah digunakan. Saat mesin dibongkar, gasket telah mengalami tekanan, panas, dan perubahan bentuk. Walaupun terlihat masih bagus, kemampuan sealing-nya sudah berkurang sehingga risiko kebocoran menjadi lebih besar. Selalu gunakan gasket baru setiap kali komponen utama mesin dibongkar.
Kedua adalah tidak membersihkan permukaan mesin. Jangan asal main pasang aja gaess.. Sisa gasket lama, kerak karbon, oli, atau sealant yang masih menempel dapat membuat permukaan tidak rata. Akibatnya, gasket jadi tidak menempel sempurna dan berujung oli mudah merembes, kompresi mesin bocor. Jadi sebelum memasang gasket baru, bersihkan permukaan menggunakan scraper plastik atau logam tipis dengan hati-hati, kemudian lap hingga benar-benar bersih.
Ketiga, memberikan Sealant terlalu banyak. Banyak orang menganggap semakin banyak sealant maka semakin rapat. Padahal justru sebaliknya, sealant yang berlebihan dapat masuk ke saluran oli, menyumbat jalur pelumasan dan mengganggu sirkulasi oli. Sehingga ini akan mempercepat kerusakan mesin. Jadi aplikasikan sealant dalam lapisan tipis aja ya gaess.
Keempat adalah memasang gasket terbalik. Ini juga fatal gaess.. Lubang oli bisa tertutup, jalur pendingin terhalang dan pelumasan mesin terganggu. Sebagai informasi beberapa gasket memiliki sisi atas (UP), tanda TOP, atau arah pemasangan tertentu. Jadi pastikan untuk selalu memeriksa tanda orientasi sebelum memasang.
Kelima, menggunakan gasket yang tidak sesuai. Meskipun sekilas bentuk hampir sama, namun selalu ada perbedaan kecil pada lubang baut, lubang oli, jalur pendingin dan ketebalan gasket yang beda. Jika memaksakan dapat menyebabkan kebocoran maupun gangguan performa mesin. Pastikan nomor part dan tipe gasket sesuai dengan spesifikasi motor.
Keenam mengencangkan baut tidak sesuai torsi. Jika baut terlalu kencang, gasket akan rusak karena permukaan silinder bisa melengkung dan baut dapat patah. Sedangkan baut yang terlalu longgar dapat menyebabkan kebocoran. Gunakan kunci torsi sesuai spesifikasi pabrikan dan ikuti urutan pengencangan yang benar.
Ketujuh tidak mengencangkan baut secara bertahap. Misalnya pada komponen seperti cylinder head, baut harus dikencangkan secara bertahap dan menyilang. Jika langsung dikencangkan satu sisi, otomatis tekanan tidak merata dan head silinder bisa melengkung sehingga gasket mudah bocor. Pastikan untuk selalu ikuti pola pengencangan yang dianjurkan oleh pabrikan. | BL@CK_DJ




