
Otospeed.id – Karawang. PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui pembangunan rumah semai bibit mangrove dan penanaman 15.000 bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan kawasan konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menjadikan Ekowisata Mangrove Tambaksari sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang memiliki nilai edukasi dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Dengan ekosistem yang terjaga, kawasan wisata diharapkan semakin menarik minat wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/7), AHM menanam 15.000 bibit mangrove yang terdiri dari jenis bakau (Rhizophora sp.) dan api-api (Avicennia sp.). Keberadaan mangrove dinilai memiliki peran penting sebagai benteng alami dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Selain melakukan penanaman, AHM juga membangun rumah semai bibit mangrove untuk mendukung keberlanjutan program rehabilitasi. Fasilitas ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan bibit mangrove berkualitas sehingga proses konservasi dapat berjalan secara berkesinambungan.
Tak berhenti di situ, perusahaan turut melengkapi kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari dengan pembangunan gerbang landmark dan papan edukasi mengenai mangrove. Kehadiran sarana tersebut diharapkan memperkuat identitas kawasan sebagai pusat konservasi, lokasi pembibitan, sekaligus ruang belajar bagi masyarakat dan para pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Kepala Desa Tambaksari, Katam, mengapresiasi konsistensi AHM dalam mendukung pengembangan kawasan mangrove di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan ekowisata mangrove telah membawa dampak positif, baik bagi lingkungan maupun bagi perekonomian masyarakat.
“Menjaga kawasan mangrove adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran perusahaan yang peduli terhadap lingkungan pesisir menjadi modal penting untuk memastikan kawasan ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari dapat terus tumbuh sebagai kawasan konservasi yang membanggakan Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Karawang,” ujar Katam.
Program konservasi ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor. Lebih dari 80 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, pemerintah kecamatan dan desa, dinas terkait, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga karyawan AHM yang tergabung dalam Synergy Content Creator Squad (SC Squad).
Kolaborasi lintas usia ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, AHM ingin menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian pesisir melalui aksi nyata.
Salah seorang peserta, Naysilla Nurfadillah, siswi SMAN 2 Cikampek, mengaku memperoleh pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Menanam mangrove hari ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga lingkungan sekaligus menginspirasi generasi muda agar semakin peduli terhadap alam,” katanya.
Program yang dijalankan AHM merupakan kelanjutan dari rehabilitasi mangrove yang telah dimulai sejak tahun lalu. Perusahaan menerapkan pendekatan konservasi yang menyeluruh, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Hingga saat ini, sebanyak 21.400 pohon mangrove telah tumbuh di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari. Keberadaan ribuan pohon tersebut menjadi benteng alami yang membantu menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat daya dukung kawasan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
“Kawasan wisata yang lestari tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Karena itu, kami tidak hanya melanjutkan rehabilitasi mangrove, tetapi juga memperkuat pengembangan kawasan melalui sarana konservasi dan edukasi. Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari terus berkembang sebagai kawasan konservasi, pusat pembelajaran lingkungan, sekaligus destinasi wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ahmad Muhibbuddin General Manager Corporate Communication AHM.
Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Sejak 2012, AHM secara konsisten melaksanakan berbagai program konservasi dan penghijauan di berbagai wilayah Indonesia sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). |ADV



