Otospeed.id – Jakarta. Kemenangan Irfan Ardiansyah di Mandalika memberi Astra Honda Racing Team (AHRT) satu modal penting sebelum memasuki putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia, 4–6 September. Namun, nilai terpenting dari perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar bagaimana AHRT mengulang kemenangan tersebut.
Pertanyaan itu menjadi penting karena persaingan ARRC 2026 mulai memasuki fase yang semakin menentukan. Dengan dua race pada setiap putaran, setiap kesalahan berpotensi langsung memengaruhi posisi klasemen. Sebaliknya, tambahan poin secara konsisten dapat menjadi modal besar ketika kejuaraan memasuki seri-seri berikutnya.
AHRT memiliki alasan untuk datang dengan optimisme. Pada putaran sebelumnya di Mandalika, Irfan berhasil meraih kemenangan di kelas Asia Production (AP) 250, sementara Herjun Atna Firdaus mengamankan podium ketiga di Supersport (SS) 600.

Di kelas AP250, perhatian AHRT tidak hanya tertuju kepada peluang Irfan untuk kembali memenangkan balapan. Posisi Rheza Danica Ahrens di peringkat kedua klasemen sementara dengan 92 poin membuat konsistensi menjadi bagian penting dari strategi perebutan gelar.
Rheza memiliki posisi yang cukup kuat, tetapi jarak persaingan di papan atas membuat setiap race memiliki arti. Karena itu, target mengumpulkan poin sebanyak mungkin menjadi pendekatan yang lebih strategis dibanding sekadar mengejar kemenangan di satu balapan. “Banyak hal yang sudah kita tingkatkan sejauh ini. Untuk minggu ini targetnya mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan bermain dengan bagus,” ujar Rheza.
Situasi Irfan sedikit berbeda. Kemenangan di Mandalika memberinya momentum sekaligus pembuktian bahwa dirinya mampu berada di posisi terdepan. Tantangannya sekarang adalah mempertahankan level performa tersebut ketika tekanan dan ekspektasi meningkat. “Setelah mendapatkan kemenangan di Mandalika kemarin, pada putaran ini tentunya saya ingin melanjutkan hasil positif seperti di Mandalika,” kata Irfan.
Sementara Muhammad Badly Ayatullah melengkapi kekuatan AHRT di AP250. Setelah kembali berlaga pascapemulihan cedera, fokus Badly bukan hanya mengejar hasil instan, tetapi membangun kembali ritme kompetitif.

Di SS600, Herjun Atna Firdaus membawa pengalaman yang berbeda. Pebalap asal Pati, Jawa Tengah, itu sebelumnya telah merasakan podium pada seri pertama di Sepang. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal ketika kembali menghadapi lintasan yang sama.
Herjun saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 91 poin. Podium ketiga di Mandalika menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di kelompok depan, tetapi hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan konsistensi.
Karena itu, Sepang menjadi kesempatan untuk menguji seberapa jauh evaluasi dari seri-seri sebelumnya dapat menghasilkan peningkatan nyata bersama Honda CBR600RR. “Saya sudah belajar banyak dari seri-seri sebelumnya. Di Malaysia, saya ingin menunjukkan progress itu dan memberikan performa terbaik,” ujar Herjun.

Jika Rheza mampu mempertahankan posisinya di papan atas AP250, Irfan kembali bersaing untuk kemenangan, Herjun mendekati atau kembali meraih podium di SS600, dan Adenanta mampu memperkecil jarak dengan kelompok terdepan ASB1000, maka performa Mandalika dapat dibaca sebagai bagian dari tren positif.
Sebaliknya, jika hasil di Mandalika tidak berlanjut, maka AHRT masih harus mencari cara untuk membuat performa kompetitif tersebut lebih stabil.
Inilah yang membuat putaran Sepang memiliki arti lebih besar daripada sekadar perburuan podium. Lintasan Malaysia akan menjadi semacam tolok ukur kedua setelah Mandalika: apakah AHRT benar-benar mengalami peningkatan, atau performa positif sebelumnya masih bersifat situasional.
Dengan dua race pada Sabtu (5/9) dan Minggu (6/9), ruang untuk membuktikan konsistensi itu terbuka cukup lebar. AP250 dijadwalkan start pukul 13.05 WIB, SS600 pukul 14.00 WIB, dan ASB1000 pukul 15.05 WIB pada kedua hari balapan. |ADV




