MACI Racing Team Berjaya di Sentul, Borong Podium di International Classic Bike Race 2026

                    Otospeed.id – Sentul – Bogor. Ajang balap motor klasik bukan sekadar soal nostalgia. Di lintasan, gengsi tetap dipertaruhkan dan gas tetap dibuka lebar. Hal itu dibuktikan Motor Antique Club Indonesia (MACI) Racing Team yang tampil agresif pada International Classic Bike Race 2026 di Sentul International Karting Circuit, 12–13 September 2026.

Turun di gelaran BBMC Race, para rider MACI Racing Team sukses mengamankan sejumlah podium dari berbagai kelas. Bukan cuma satu atau dua piala, tetapi enam posisi podium berhasil dibawa pulang, ditambah satu finis di posisi keempat.

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa komunitas motor klasik seperti MACI bukan hanya kuat di urusan menjaga sejarah dan budaya motor lawas. Ketika masuk lintasan, mereka juga mampu berbicara dengan performa.

Salah satu hasil paling menarik datang dari kelas FFA Amerika. Harno Bagong, Ketua Umum MACI sekaligus perwakilan MACI Pati, berhasil merebut Juara 3. Hasil tersebut menjadi menarik karena Harno Bagong tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi MACI di tengah persaingan balap motor klasik yang cukup kompetitif.

Sementara itu, MACI Jogja tampil paling mencolok lewat dua ridernya, Sanga dan Bagas. Di kelas 2-Tak 50cc, Sanga berhasil naik podium kedua, sementara Bagas mengamankan posisi ketiga. Artinya, dua podium sekaligus berhasil dikunci rider MACI Jogja dalam satu kelas. Performa keduanya bahkan kembali berlanjut di kelas 2-Tak 125cc.

Sanga lagi-lagi sukses finis di posisi kedua, sedangkan Bagas harus puas berada di posisi keempat. Meski tidak kembali naik podium, hasil tersebut tetap menunjukkan konsistensi Bagas menghadapi persaingan di kelas dengan kapasitas mesin lebih besar.

Bukan hanya MACI Pati dan MACI Jogja yang mencuri perhatian. MACI Bandung pun ikut menggigit dengan penampilan Adi yang berhasil mengamankan Juara 2 di kelas FFA Eropa. Hasil ini membuat distribusi podium MACI Racing Team semakin menarik. Rider dari beberapa daerah sama-sama memberikan kontribusi, membuktikan bahwa kekuatan MACI di lintasan tidak bertumpu pada satu wilayah saja.

Yang membuat kiprah MACI Racing Team menarik adalah karakter motor yang mereka bawa ke lintasan. Di tengah perkembangan teknologi sepeda motor yang semakin modern, motor klasik dan mesin 2-tak tetap memiliki tempat tersendiri. Suara mesin, karakter akselerasi, hingga tantangan dalam menjaga motor tetap kompetitif membuat balapan motor klasik punya daya tarik yang berbeda.

Dan di Sentul, nostalgia tersebut berubah menjadi pertarungan serius. Karena itu, enam podium yang diraih MACI Racing Team bukan sekadar koleksi piala. Ada kerja keras rider, mekanik, tim, dan tentu saja komunitas yang berada di belakang mereka. Kiprah MACI Racing Team di International Classic Bike Race 2026 juga memperlihatkan bagaimana komunitas otomotif dapat berkembang lebih jauh.

MACI yang dikenal sebagai wadah para pencinta motor klasik mampu membawa semangat komunitas ke level kompetisi. Para rider dari berbagai chapter menunjukkan bahwa kecintaan terhadap motor lawas tidak harus berhenti di kegiatan gathering, touring, atau restorasi. Lintasan balap pun bisa menjadi panggung untuk membuktikan kemampuan. Motor boleh klasik. Tetapi kalau sudah masuk lintasan, urusan gengsi tetap modern. MFFM !! | BL@CK_DJ

MACI RACING TEAM

  1. Harno Bagong – MACI PATI (Ketua Umum MACI)

4 Tak Eropa (FFA) : Norton

4 Tak Jepang (FFA) : Kawasaki W650

Klasik amerika (dibawah tahun 1984) : HD Sportster iron

  1. Oscar – MACI Bandung

2Tak 50cc DKW HUMMEL

2Tak 125cc DKW Union

  1. Surya – MACI Cikarang

4Tak 350cc MATCHLESS

  1. Sanga – MACI Jogja

2Tak 50cc Zundapp

2Tak 125cc Zundapp

4Tak 250cc – BSA

  1. Bagas – MACI Jogja

2Tak 50cc DKW HUMMEL SUPER

  1. Jaka – MACI BOGOR

2Tak 50cc DKW HUMMEL

  1. Bule – MACI BOGOR

4Tak 350cc – AJS

  1. ADI – MACI Bandung

FFA 4T Triumph