Otospeed.id – Jakarta. Motor-motor lawas kembali menghidupkan cerita masa lalu di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Bukan sekadar kendaraan tua yang dipajang, puluhan motor klasik Eropa dan Amerika milik Motor Antique Club Indonesia (MACI) kembali hadir dalam gelaran TNI Fair dalam rangka HUT ke-81 TNI yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 19–20 September 2026.
Sebanyak 50 motor klasik produksi di bawah tahun 1976 diboyong MACI untuk ambil bagian dalam gelaran tersebut. Dan koleksi sebanyak itu datang dari sejumlah member chapter MACI, yakni MACI Jakarta, MACI Cikarang, MACI Bekasi, MACI Karawang, dan MACI Jogja.

Bagi MACI, keikutsertaan tahun ini bukan lagi sekadar partisipasi biasa. Sebab, 2026 menjadi tahun ketiga secara berturut-turut MACI ikut ambil bagian dalam rangkaian perayaan HUT TNI. Dan yang menarik, deretan motor yang dipamerkan tidak hanya menawarkan kemolekan desain dan eksotisme mesin lawas. Beberapa di antaranya justru membawa cerita panjang tentang perjalanan sejarah Indonesia.
Salah satu yang langsung mencuri perhatian adalah Religh lansiran 1935. Usianya yang sudah lebih dari sembilan dekade membuat motor ini menjadi salah satu magnet tersendiri. Bayangkan, ketika motor tersebut diproduksi, teknologi sepeda motor masih berada pada fase awal perkembangannya. Kini, setelah melewati perjalanan panjang selama lebih dari 90 tahun, Religh tersebut masih bisa hadir di tengah publik dalam kondisi yang menjadi bagian dari upaya pelestarian kendaraan bersejarah.

Yup, kehadiran motor seperti ini sekaligus memperlihatkan bagaimana klub motor klasik tidak hanya berbicara mengenai hobi mengoleksi kendaraan tua. Ada aspek heritage, preservasi, hingga edukasi sejarah otomotif yang ikut dibawa.
Salah satu unit yang ditampilkan oleh MACI yang juga tak kalah menarik adalah BSA Sideklep 1941. Pasalnya motor ini bukan sekadar koleksi klasik dari era Perang Dunia II. BSA Sideklep tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan di tanah air, sehingga kehadirannya di tengah rangkaian HUT TNI terasa memiliki konteks tersendiri.

Di sinilah menariknya gelaran seperti TNI Fair bagi komunitas motor klasik. Pengunjung tidak hanya disuguhi bentuk motor yang sudah sangat jarang ditemui di jalan raya, tetapi juga bisa melihat bagaimana sebuah kendaraan dapat menjadi bagian dari perjalanan zaman.
“Kami bersyukur MACI kembali dipercaya untuk ikut ambil bagian dalam HUT ke-81 TNI di Monas. Ini kesempatan yang baik untuk memperkenalkan MACI dan motor-motor klasik kepada masyarakat luas. Bukan hanya soal motor, tapi juga bagaimana kita ikut menjaga sejarah dan warisan otomotif. Semoga ke depannya hubungan antara MACI, TNI dan masyarakat bisa semakin baik”, tutur Harno Bagong, Ketua Umum MACI.

Motor tua akhirnya tidak berhenti sebagai benda koleksi. Ia bisa menjadi artefak bergerak yang menyimpan cerita tentang teknologi, perang, mobilitas, hingga sejarah sebuah bangsa. Keterlibatan MACI dalam HUT TNI selama tiga tahun terakhir juga memperlihatkan semakin luasnya ruang bagi kendaraan klasik dalam kegiatan bertema sejarah dan kebangsaan. | BL@CK_DJ




