Jamnas MACI XXXI 2026 di Cirebon: Lebih dari Sekadar Lebaran Pecinta Motor Klasik

Otospeed.id – Cirebon. Stadion Watu Belah Cirebon berubah menjadi lautan motor klasik dan pecinta otomotif pada 2–3 Oktober 2026 kemarin. Ribuan kendaraan antik dari berbagai penjuru Indonesia tumplek blek dalam Jambore Nasional (Jamnas) Motor Antique Club Indonesia (MACI) XXXI yang tahun ini berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian publik.

Lebih dari 2.000 pecinta motor antik dari 72 cabang atau chapter MACI di seluruh tanah air hadir di Cirebon. Mereka datang bukan sekadar membawa motor kesayangan, tetapi juga membawa cerita, persaudaraan, dan semangat yang selama ini menjadi napas komunitas pecinta motor klasik Indonesia.

Mengusung tema “The Western Region” dengan konsep unik “The Wild West Day”, Jamnas MACI 2026 seolah membawa para peserta masuk ke sebuah perayaan bergaya koboi, namun tetap kental dengan identitas otomotif klasik.

Gelaran ini menjadi hajatan besar yang mempertemukan para pemilik, kolektor, penghobi, hingga pencinta motor klasik dari berbagai daerah. Tak heran jika suasana Stadion Watu Belah selama dua hari penuh terasa seperti sebuah “lebaran” besar bagi keluarga besar MACI.

Yup.. Jamnas MACI 2026 memang identik dengan deretan motor antik yang menjadi magnet utama. Namun, konsep yang dibangun MACI Pusat bersama MACI Cirebon ternyata jauh lebih luas. Jamnas kali ini sengaja dikemas bukan hanya sebagai pesta komunitas, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal Cirebon kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Beragam kesenian tradisional khas Cirebon turut ditampilkan sepanjang rangkaian acara. Mulai dari Tari Topeng Barong, Tari Sintren hingga Tari Bugis, semuanya menjadi bagian dari sajian yang memperkaya atmosfer Jamnas.

Alhasil, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman otomotif, tetapi juga diajak lebih dekat dengan identitas budaya Kota Cirebon. Konsep inilah yang membuat Jamnas MACI 2026 terasa berbeda. Motor klasik menjadi pintu masuk, sementara budaya lokal menjadi salah satu cerita utama yang dibawa pulang oleh para peserta.

Tak berhenti di panggung hiburan, rangkaian Jamnas juga membawa peserta lebih jauh untuk mengenal budaya Cirebon melalui kunjungan budaya ke Batik Trusmi Cirebon. Agenda tersebut menjadi kesempatan bagi para anggota MACI dari berbagai daerah untuk melihat langsung salah satu ikon budaya dan ekonomi kreatif Cirebon.

Dengan cara seperti ini, Jamnas tidak hanya menciptakan perputaran ekonomi di lokasi utama acara, tetapi juga mendorong peserta untuk menjelajah dan mengenal lebih dekat potensi daerah yang menjadi tuan rumah.

Satu hal menarik lainnya adalah keberpihakan Jamnas MACI 2026 terhadap pelaku UMKM lokal. MACI Cirebon selaku tuan rumah menyediakan puluhan booth yang kemudian diisi oleh berbagai pelaku usaha lokal. Produk makanan khas Cirebon, kuliner lokal, oleh-oleh hingga berbagai produk kreatif lainnya hadir dan ikut meramaikan arena Jamnas.

Foot Fest UMKM penuh dengan pengunjung

“Ini menjadi bukti bahwa sebuah event komunitas otomotif dalam hal ini MACI sebenarnya bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikemas dengan konsep yang tepat”, ujar Harno Bagong, Ketua Umum MACI Pusat.

Ribuan peserta yang datang otomatis menjadi pasar potensial bagi pelaku UMKM. Begitu pula masyarakat lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada tamu dari berbagai daerah. Dengan kata lain, mesin motor klasik bukan satu-satunya yang berputar di Jamnas MACI 2026. Roda ekonomi lokal Cirebon pun ikut bergerak.

Lapak spare part klasik

Menariknya lagi, Jamnas MACI 2026 tidak dibuat eksklusif hanya untuk anggota komunitas. Panitia membuka gelaran ini bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Berbagai pentas seni dan hiburan disiapkan sehingga masyarakat umum bisa ikut menikmati atmosfer pesta otomotif dan budaya tersebut.

Pendekatan ini membuat Jamnas terasa lebih membumi. Bukan sekadar acara internal komunitas, melainkan sebuah festival yang bisa dinikmati bersama. Bagi masyarakat, kehadiran ribuan motor klasik dari berbagai daerah tentu menjadi tontonan tersendiri. Sementara bagi anggota MACI, keterbukaan terhadap masyarakat membuat semangat komunitas semakin mudah dikenal.

Setelah dua hari penuh diwarnai aktivitas komunitas, budaya, hiburan dan otomotif, Jamnas MACI 2026 akhirnya ditutup dengan penampilan Roy Jeconiah. Vokalis yang dikenal lewat karakter suara khasnya tersebut tampil membawakan sejumlah lagu andalannya dan menjadi salah satu magnet pada penghujung acara.

Suksesnya Jamnas MACI 2026 di Stadion Watu Belah kembali menunjukkan bahwa komunitas motor klasik memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar hobi. Lebih dari 2.000 peserta dari 72 chapter MACI membuktikan besarnya jaringan komunitas ini. Namun yang lebih penting, kehadiran mereka di Cirebon berhasil dipadukan dengan promosi budaya, kesenian tradisional dan penguatan UMKM lokal.

Cirebon bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya para pencinta motor antik. Selama dua hari, Cirebon menjadi panggung besar tempat persaudaraan komunitas, motor klasik, budaya lokal dan ekonomi rakyat bertemu dalam satu perayaan. Dan seperti sebuah lebaran, ketika para pecinta motor klasik akhirnya kembali ke daerah masing-masing, yang dibawa pulang bukan hanya foto bersama dan cerita tentang motor tua. Tetapi juga pengalaman tentang Cirebon, budayanya, kulinernya, keseniannya, dan keramahan masyarakatnya. | BL@CK_DJ