Honda HRC Masih Berbenah di Estoril, Jake Dixon dan Somkiat Chantra Ungkap Kendala Motor

                   Otospeed.id – Portugal. Honda HRC masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah setelah menyelesaikan dua sesi latihan bebas pada hari pertama putaran ke-11 World Superbike Championship (WorldSBK) di Sirkuit Estoril, Portugal. Meski Jake Dixon dan Somkiat Chantra mampu meningkatkan catatan waktu pada sesi kedua, keduanya menilai performa motor masih perlu ditingkatkan agar bisa bersaing lebih dekat dengan barisan terdepan.

                   Dixon menjadi pembalap Honda dengan posisi terbaik dalam klasemen gabungan latihan Jumat. Ia mencatatkan waktu 1 menit 35,964 detik pada FP2 dan menempati urutan kedelapan, terpaut 0,532 detik dari pembalap tercepat. Sementara itu, Chantra mengakhiri hari di posisi ke-13 setelah membukukan waktu 1 menit 36,179 detik.

Bagi Dixon, hasil tersebut belum sepenuhnya mencerminkan target yang ingin dicapai bersama Honda HRC. Pembalap Inggris itu mengaku menghadapi salah satu hari Jumat yang cukup menantang sejak kembali berkompetisi, terutama karena masih mengalami kesulitan dalam menemukan keseimbangan motor dan pengaturan elektronik yang tepat.

“Sejujurnya, meskipun jarak kami dengan waktu tercepat tidak terlalu jauh, ini menjadi salah satu hari Jumat paling menantang sejak saya kembali,” ujar Dixon.

Ia menjelaskan bahwa tim masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan teknis sebelum bisa tampil lebih kompetitif. Menurutnya, posisi kedelapan memang bukan hasil yang buruk, tetapi Honda HRC memiliki target lebih tinggi daripada sekadar berada di kelompok sepuluh besar.

“Kami ingin bersaing lebih dekat dengan lima pembalap teratas, dan saat ini kami masih cukup jauh dari posisi tersebut,” lanjutnya.

Dixon berharap evaluasi yang dilakukan bersama para teknisi dapat menghasilkan solusi untuk meningkatkan performa motor. Sesi latihan berikutnya akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan setelan sebelum menghadapi Superpole dan balapan pertama.

Di sisi lain, Chantra justru melihat sejumlah perkembangan positif dari hasil kerja tim sepanjang hari. Pembalap Thailand itu mengaku cukup puas dengan kemajuan yang diperoleh, khususnya dalam pengujian pengaturan elektronik pada motor Honda CBR1000RR-R Fireblade SP.

“Ini merupakan hari pertama yang cukup menjanjikan di Estoril. Pada FP1, kami mencoba beberapa pengaturan elektronik baru dan saya senang dengan hasilnya,” kata Chantra.

Menurutnya, kerja keras para teknisi dan insinyur Honda dalam mengembangkan sistem elektronik mulai menunjukkan kemajuan. Meski masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, hasil latihan Jumat memberinya alasan untuk tetap optimistis menghadapi sesi berikutnya.

Perubahan juga dilakukan pada sesi latihan kedua dengan fokus meningkatkan cengkeraman ban belakang. Upaya tersebut memberikan respons yang baik dan membantu Chantra mempertajam catatan waktunya lebih dari empat persepuluh detik dibandingkan FP1.

“Kami melakukan beberapa perubahan setelan untuk mencari cengkeraman ban belakang yang lebih baik, dan hasilnya cukup positif. Kami berhasil meningkatkan kecepatan, jadi saya senang dengan perkembangan hari ini,” jelasnya.

Chantra kini ingin memaksimalkan peluang pada sesi kualifikasi dengan mencatatkan satu putaran cepat. Hasil Superpole akan menjadi bagian penting dari persiapannya untuk menghadapi balapan, terutama di tengah persaingan yang berlangsung ketat di Estoril.

Persaingan tersebut terlihat dari klasemen gabungan latihan Jumat, ketika selisih waktu 14 pembalap teratas hanya mencapai 0,752 detik. Kondisi ini membuat setiap perubahan kecil pada pengaturan motor berpotensi memengaruhi posisi pembalap secara signifikan.

Honda HRC pun masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil pada sesi berikutnya. Dixon akan berfokus mengatasi persoalan keseimbangan motor dan elektronik, sedangkan Chantra berupaya melanjutkan perkembangan yang telah ditemukan selama latihan.

Dengan evaluasi teknis yang berlanjut menjelang Superpole dan balapan pertama, Honda HRC berharap kedua pembalapnya dapat menunjukkan performa yang lebih kuat. Namun, seberapa jauh peningkatan tersebut akan membawa mereka ke barisan depan baru akan terlihat ketika persaingan di lintasan kembali berlangsung. |OS