Otospeed.id – Jambi. Dari sekian banyak tim grasstrack asal Sumatera yang berkiprah di ajang Sumatera Grasstrack Championship (SGC) 2026, muncul satu nama yang dari awal seri 1 mulai menunjukkan hasil positif, yaitu Salju Team. Tim yang kembali ke dunia grasstrack dengan wajah dan semangat baru tersebut sukses mengantarkan pembalapnya, Bhelly Satria, menjadi pemuncak klasemen sementara Kelas SGC Open.

Salju Team bukan nama baru di dunia balap. Tim asal Kabupaten Merangin, Jambi ini sudah berdiri sejak 2016 dan pada awal perjalanannya berkompetisi dengan status privateer atau balap secara mandiri. Setelah sempat vakum pada periode 2022 hingga 2025, Salju Team akhirnya kembali ke dunia GTX (grasstrack) pada musim 2026.
Kembalinya tim ke lintasan pun langsung dibarengi target yang jelas. Performa pada seri pertama menjadi pijakan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di SGC 2026. Bukan sekadar mengejar podium, tim yang berkolaborasi dengan CV Amelia Group ini membawa ambisi untuk kembali menjadi yang terbaik sekaligus memaksimalkan perolehan poin pada seri kedua.

Evaluasi dari seri pertama juga menjadi bagian penting dari persiapan. Setiap kekurangan dibenahi agar perolehan poin pada seri kedua bisa lebih maksimal. Selain evaluasi, Salju Team juga menyiapkan amunisi baru untuk menghadapi seri berikutnya. Kombinasi antara evaluasi, pengembangan motor, strategi balap, serta kesiapan pembalap diharapkan mampu membuat performa tim semakin solid.
Strategi yang dipersiapkan dari Salju Team pada seri 2 SGC 2026 adalah mengoptimalkan tiga jenis mesin dari 3 basis motor, yang masing-masing dipercayakan kepada 3 mekanik berbeda. Untuk kelas Sport dan FFA, Salju Team mengandalkan mesin Kawasaki Ninja yang ditangani oleh mekanik Drag Ryan Me’e 146R&F. Sementara untuk kelas Bebek Modifikasi, tim menggunakan mesin Yamaha 5TP yang diracik Agus Klaten.
Dan khusus untuk motor kelas Trail Standar 155 cc. Salju Team menggunakan Kawasaki KLX 150 tipe BF, yang diracik oleh mekanik lokal Merangin, Jambi, Mas Diwan dari DDS Racing. Keputusan menggunakan racikan lokal tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tim memberikan ruang bagi talenta mekanik daerah untuk ikut berperan dalam persaingan grasstrack tingkat regional.

Owner Salju Team sekaligus mantan pembalap, Toni Saputra, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan SGC. Menurutnya, kehadiran SGC membawa warna baru bagi dunia grasstrack di Sumatera karena mampu menarik tim-tim dari luar Provinsi Jambi untuk berkompetisi.
“Kami berharap SGC mampu berkembang menjadi salah satu event nasional yang dinantikan tim-tim besar, layaknya kompetisi nasional seperti SCP, karena selama ini, tim-tim Sumatera yang ingin mengikuti event nasional harus menyeberang ke Pulau Jawa. Karena itu, keberadaan SGC diharapkan bisa menjadi wadah kompetisi nasional di wilayah Sumatera”.
Berbicara tentang tim, Toni berharap dengan posisi Bhelly Satria sebagai pemuncak klasemen sementara Kelas SGC Open menjadi bukti awal bahwa comeback tersebut memiliki fondasi yang menjanjikan. Jika momentum ini mampu dipertahankan, bukan tidak mungkin Salju Team akan menjadi salah satu kekuatan yang semakin diperhitungkan dalam persaingan Sumatera Grasstrack Championship 2026 bahkan di level nasional. | BL@CK_DJ




