Otospeed.id – Spanyol. Musim MotoGP 2025 menjadi panggung pembuktian luar biasa bagi Alex Marquez. Memperkuat tim BK8 Gresini Racing, pembalap asal Spanyol ini berhasil mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang kariernya di kelas utama. Meski hanya mengandalkan motor spesifikasi tahun lalu (Desmosedici GP24), Alex tampil konsisten di barisan depan dan meraih total enam kemenangan. Hasilnya, ia pun mengakhiri musim sebagai runner-up tepat di bawah kakaknya sendiri, Marc Marquez.
Namun, di balik rentetan trofi dan semprotan sampanye di podium, tersimpan ganjalan di hati pembalap berusia 29 tahun ini. Alex blak-blakan bahwa dirinya sering merasa diremehkan dan kurang dihargai oleh lingkungan sekitar, termasuk penilaian publik terhadap performanya di atas Ducati. Muncul anggapan bahwa kesuksesannya hanya karena faktor motor yang dominan, bukan karena kemampuan balapnya yang meningkat tajam.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Benzine, Alex mencurahkan isi hatinya mengenai stigma tersebut. “Aku sering mendengar komentar ‘Dia bisa podium gara-gara motornya Ducati’. Ya, itu memang agak mmmm, tapi lama kelamaan ini wajar,” kata Alex. “Diremehkan mungkin wajar kalau Anda membandingkanku dengan Marc (Marquez). Aku kurang diapresiasi karena dia pembalap terbaik, kalau tak mau bilang terhebat dalam sejarah,” tambahnya.
Meskipun merasa berada di bawah bayang-bayang sang kakak, Alex tetap bangga karena orang yang benar-benar paham teknis balap di dalam paddock mulai melihat potensinya yang sesungguhnya. Akhirnya, berkat raihan apiknya di musim 2025 Ducati pun memberi hadiah spesial. Itu adalah motor spek pabrikan terbaru, Desmosedici GP26, yang bisa dipakai Alex untuk musim 2026 mendatang.
Mendapatkan motor yang sama persis dengan yang akan dikendarai Marc Marquez tahun depan membuat Alex merasa lebih percaya diri. Ia tidak lagi ingin sekadar menjadi pelengkap, melainkan pesaing serius bagi sang juara bertahan. Alex mengaku bahwa memiliki motor yang setara adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan tanpa embel-embel nama besar kakaknya.
“Motor Ducati 2026 akan jadi kesempatan yang sangat bagus. Ini adalah motor terbaik, motor yang juga dipakai Marc, jadi musim depan akan jadi kompetisi lebih sengit di antara kami,” katanya ambisius. Meski siap berduel habis-habisan, Alex tetap menyimpan sisi kemanusiaan sebagai seorang adik. Ia mengaku sempat khawatir jika persaingan yang terlalu sengit di lintasan justru memicu insiden yang merugikan mereka berdua.
Baginya, menyeimbangkan antara ambisi menjadi juara dan menjaga hubungan persaudaraan adalah tantangan tersendiri di musim depan. Namun, dengan paket motor terbaik di tangannya, Alex Marquez siap menghapus label “pembalap yang diremehkan” dan menuliskan sejarahnya sendiri di MotoGP 2026. |GAS




