Otospeed.id – Mandalika. Astra Honda Racing Team (AHRT) tidak hanya mengandalkan kemampuan para pebalapnya untuk menghadapi putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Kekuatan utama lainnya datang dari lini Honda CBR Series yang menjadi tunggangan para pebalap AHRT di tiga kelas berbeda.
Seri Mandalika yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi AHRT untuk menunjukkan performa terbaik bersama tiga model andalan, yakni Honda CBR250RR, Honda CBR600RR, dan Honda CBR1000RR-R.
Ketiga motor tersebut memiliki karakter berbeda sesuai kebutuhan masing-masing kelas, mulai dari AP250, SS600, hingga ASB1000. Kombinasi antara performa mesin, pengembangan teknis, serta kemampuan adaptasi pebalap menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan ketat di ajang balap motor paling bergengsi Asia tersebut.
Honda CBR250RR Perkuat Persaingan di Kelas AP250
Pada kelas Asia Production (AP) 250, AHRT kembali mengandalkan Honda CBR250RR yang digunakan oleh Rheza Danica Ahrens, Muhammad Badly Ayatullah, dan Irfan Ardiansyah. Motor sport bermesin dua silinder tersebut menjadi salah satu andalan Honda dalam mencetak prestasi di berbagai ajang balap nasional maupun Asia.
Dengan karakter yang mengutamakan keseimbangan antara tenaga, kelincahan, dan stabilitas saat menikung, Honda CBR250RR dinilai cocok menghadapi karakter Sirkuit Mandalika yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan sektor pengereman keras.
Performa motor tersebut telah menunjukkan hasil positif pada musim ARRC 2026. Hal itu terlihat dari pencapaian para pebalap AHRT yang mampu bersaing di barisan depan, termasuk Irfan Ardiansyah yang berhasil meraih dua podium pada seri sebelumnya di Mobility Resort Motegi, Jepang. Konsistensi Honda CBR250RR menjadi salah satu modal penting bagi AHRT untuk mengejar hasil maksimal di kelas AP250.
Honda CBR600RR Jadi Senjata Herjun di SS600
Naik ke kelas Supersport (SS) 600, AHRT mempercayakan Honda CBR600RR sebagai motor andalan Herjun Atna Firdaus. Motor sport bermesin empat silinder tersebut dikenal memiliki karakter performa tinggi dengan keseimbangan antara akselerasi dan handling yang dibutuhkan untuk bersaing di kelas menengah balap Asia.
Bersama Honda CBR600RR, Herjun menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim. Pada seri Motegi, ia berhasil meraih podium ketiga pada race pertama dan finis keempat pada race kedua. Hasil tersebut membuktikan bahwa kombinasi antara kemampuan pebalap dan performa motor mampu membawa AHRT tetap kompetitif di kelas SS600.
Menghadapi Mandalika, Herjun akan berusaha memaksimalkan potensi Honda CBR600RR untuk kembali bersaing memperebutkan podium.
Honda CBR1000RR-R Hadapi Tantangan Kelas ASB1000
Sementara itu, kelas tertinggi Asia Superbike (ASB) 1000 menjadi panggung bagi Honda CBR1000RR-R yang dikendarai M. Adenanta Putra. Sebagai motor berperforma tinggi, Honda CBR1000RR-R dirancang untuk menghadapi persaingan superbike dengan tenaga besar dan kecepatan tinggi.
Bagi Adenanta, penggunaan motor tersebut menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya di kelas ASB1000. Setelah kembali membalap usai pemulihan cedera, ia terus meningkatkan kemampuan dan memahami karakter motor secara bertahap. Pada seri Motegi, Adenanta menunjukkan perkembangan positif dengan mencatatkan dua kali finis di posisi kedelapan.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses adaptasi bersama Honda CBR1000RR-R terus berjalan dengan baik.
Kombinasi Motor dan Pebalap Jadi Kekuatan AHRT
Persaingan ARRC tidak hanya ditentukan oleh kecepatan motor, tetapi juga bagaimana pebalap dan tim mampu bekerja sama dalam mencari setelan terbaik untuk setiap sirkuit. AHRT memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan motor balap Honda untuk berbagai kompetisi. Data dari setiap balapan menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan performa.
Di Mandalika, kombinasi Honda CBR Series dengan kemampuan Rheza Danica Ahrens, Herjun Atna Firdaus, Irfan Ardiansyah, Muhammad Badly Ayatullah, dan M. Adenanta Putra menjadi modal utama AHRT untuk kembali bersaing di barisan depan.
Dengan dukungan publik Indonesia dan karakter Sirkuit Mandalika yang semakin dikenal para pebalap, AHRT optimistis dapat melanjutkan tren positif pada putaran keempat ARRC 2026. |OS




