Otospeed.id – Purwokerto. Mudik adalah momen yang ditunggu-tunggu. Tapi sayangnya, banyak kecelakaan saat perjalanan jauh justru dipicu oleh hal sepele: ban yang sudah aus tapi tetap dipaksakan.
Masih banyak pengendara yang berpikir,
“Selama belum botak, masih aman.”
Padahal, pemikiran seperti itu bisa sangat berbahaya.
Ban Aus Bisa Jadi Bom Waktu di Perjalanan Jauh
Perjalanan mudik biasanya menempuh ratusan kilometer. Dalam kondisi seperti ini, ban bekerja lebih keras karena:
-
Beban kendaraan bertambah
-
Jalan panas dan kasar
-
Kecepatan tinggi dalam waktu lama
-
Potensi hujan dan genangan air
Jika ban sudah aus, risikonya bukan hanya selip biasa — tapi bisa berujung kecelakaan serius.
Jangan Tunggu Botak, Kenali Fungsi Alur Ban
Banyak orang salah kaprah soal alur ban.
Alur ban bukan sekadar “hiasan” atau indikator visual tebal-tipis. Fungsinya adalah:
✔ Membelah air
✔ Mengalirkan air keluar dari telapak
✔ Menjaga traksi saat jalan basah
Kalau alur menipis, kendaraan bisa mengalami aquaplaning — kondisi di mana ban kehilangan kontak dengan aspal karena terangkat lapisan air.
Saat itu terjadi, setir bisa terasa ringan dan mobil atau motor sulit dikendalikan.
Bayangkan itu terjadi saat kecepatan 80–100 km/jam di jalan tol.

Cara Akurat Mengetahui Ban Harus Diganti: Cek TWI
Daripada menunggu botak, gunakan indikator resmi dari pabrikan, yaitu Tread Wear Indicator (TWI).
1️⃣ Cari Tanda Segitiga di Sidewall
Di bagian samping ban (sidewall), ada tanda segitiga kecil. Itu penunjuk lokasi TWI.
2️⃣ Periksa Tonjolan di Dalam Alur
Tarik garis lurus dari tanda segitiga ke arah telapak ban. Di dalam sela alur, ada tonjolan kecil.
3️⃣ Jika Sudah Sejajar, Artinya Habis
Kalau tonjolan itu sudah sejajar dengan permukaan telapak ban, artinya:
⚠ Ban sudah mencapai batas aus
⚠ Daya cengkeram turun drastis
⚠ Wajib diganti segera
Jangan ditawar.
Bahaya Lain Ban Tua yang Sering Diabaikan
Selain aus, ban juga bisa berbahaya karena faktor usia.
Periksa juga:
🔎 Retak Halus di Dinding Ban
Ban yang getas berisiko pecah mendadak.
🔎 Benjolan pada Permukaan
Ini tanda struktur dalam ban rusak. Sangat berbahaya.
🔎 Tekanan Angin Tidak Sesuai
Kurang angin bikin panas berlebih.
Kelebihan angin bikin daya cengkeram berkurang.
Sesuaikan tekanan dengan standar pabrikan, apalagi jika membawa muatan penuh saat mudik.
Ingat, Ban Adalah Penentu Selamat atau Tidaknya Perjalanan
Mesin mogok masih bisa ditepikan.
AC rusak masih bisa ditahan.
Tapi kalau ban pecah atau selip di kecepatan tinggi?
Dampaknya bisa fatal.
Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Jangan sampai demi menghemat biaya, justru mengorbankan keselamatan diri dan keluarga. Mudik harusnya jadi momen bahagia, bukan tragedi. Cek ban sekarang. Kalau ragu, lebih baik ganti. |DA




