Kreativitas Siswa Yogyakarta Berbuah Prestasi di AHM Best Student 2026

Salah satu peserta AHM Best Student 2026 asal Nusa Tenggara Barat sedang mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri pada seleksi Regional AHMBS 2026

                   Otospeed.id – Jakarta. Limbah ban bekas dan kain sisa yang kerap dianggap tidak lagi memiliki nilai guna ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Gagasan tersebut mengantarkan Muhammad Hatan Fahlady, siswa SMAN 3 Yogyakarta, meraih penghargaan Bronze dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026.

                  Melalui inovasi bertajuk KALARESIK, Hatan mengangkat potensi pemanfaatan limbah ban dan tekstil menjadi produk seperti dompet dan tas. Selain menawarkan alternatif pengolahan sampah, gagasan ini juga membuka peluang ekonomi bagi pengrajin lokal melalui pembuatan produk yang memiliki nilai jual.

Pencapaian tersebut sekaligus membawa nama Astra Motor Yogyakarta dalam kompetisi tingkat nasional yang diikuti pelajar SMA dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

AHM Best Student 2026 mengangkat tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”. Tahun ini, sebanyak 1.215 pelajar mengikuti rangkaian kompetisi sebelum 27 peserta terbaik melaju ke babak nasional. Para finalis mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri yang berasal dari sejumlah institusi pendidikan, pemerintah, dan pengembangan manajemen.

Perjalanan Hatan menuju tingkat nasional dimulai dari seleksi regional. Setelah berhasil melewati tahapan tersebut, ia terpilih mewakili Astra Motor Yogyakarta untuk bersaing dengan finalis dari berbagai wilayah.

Jajaran manajemen AHM berfoto bersama tiga pemenang terbaik AHM Best Student 2026 usai menerima apresiasi dalam acara puncak Awarding AHM Best Student

Mengolah Limbah Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi

KALARESIK menjadi contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat dikembangkan menjadi gagasan usaha. Pemanfaatan ban bekas dan sisa tekstil sebagai bahan baku produk kreatif menawarkan pendekatan yang menghubungkan pengurangan limbah dengan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui konsep tersebut, bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dapat memiliki fungsi baru. Produk hasil pengolahan juga berpeluang dikembangkan sesuai kebutuhan pasar, selama kualitas, desain, dan proses produksinya terus ditingkatkan.

Gagasan seperti ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi yang rumit. Kepekaan melihat persoalan di sekitar dan keberanian mencari alternatif pemecahan masalah juga dapat menjadi dasar lahirnya karya yang bermanfaat.

Prestasi Hatan tidak berdiri sendiri. SMAN 3 Yogyakarta juga memperoleh penghargaan pada kategori Guru Pendamping melalui Pratiwi Sutarni, S.Pd., M.Pd. Capaian tersebut menunjukkan peran pendampingan pendidikan dalam membantu siswa mengembangkan ide hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Adm. and Finance Sub Departement Head Astra Motor Yogyakarta, Rissyo Melandy, menyampaikan apresiasi atas pencapaian siswa dan guru pendamping tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat mendorong semakin banyak generasi muda dan tenaga pendidik untuk mengembangkan karya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Bukan Sekadar Kompetisi Karya

AHM Best Student 2026 tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan inovasi. Para finalis juga memperoleh pembekalan melalui program bootcamp dan webinar inspiratif untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan gagasan.

Salah satu kegiatan pembekalan berlangsung pada 22–24 September 2026 melalui lokakarya tentang perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab, termasuk peluang penggunaannya untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengembangan ide.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui Webinar Inspiratif dan malam penghargaan pada 21 Oktober 2026. Dalam sesi Leader’s Inspiration, Direktur HR, GA, IT & SI Astra Honda Motor, Rita Prajitno, membagikan wawasan tentang kepemimpinan, pengembangan potensi diri, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Peserta AHM Best Student 2026 dari SMAN 3 Yogyakarta, Muhammad Hatan Fahlady, mempresentasikan karya KALARESIK di hadapan dewan juri pada Penjurian Nasional AHM Best Student 2026

Sementara itu, sesi Inside the Expert Mind menghadirkan Imam Santoso, dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus influencer pendidikan. Sesi ini mengajak peserta untuk terus belajar, menguji gagasan, dan mengembangkan kemampuan agar inovasi yang dihasilkan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

General Manager Corporate Communication Astra Honda Motor, Rina Listiani, menilai pengembangan talenta muda perlu diikuti dengan kesempatan untuk mengasah kemampuan dan menerapkan ide secara nyata. Melalui AHM Best Student, perusahaan berharap peserta tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi terus menyempurnakan karya mereka agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Apresiasi untuk Ide dan Kreativitas Pelajar

Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian peserta, pemenang kategori Gold menerima beasiswa pendidikan senilai Rp5 juta dan satu unit notebook. Pemenang Silver memperoleh beasiswa Rp3 juta beserta satu unit notebook, sedangkan peraih Bronze mendapatkan beasiswa Rp2 juta dan satu unit notebook.

Sebanyak 24 finalis nasional lainnya juga menerima beasiswa pendidikan senilai Rp1 juta per orang dan sertifikat penghargaan. Selain itu, kompetisi dilengkapi Social Media Challenge yang mengajak peserta menyampaikan gagasan mengenai isu sosial dan pembangunan berkelanjutan melalui konten kreatif di Instagram dan TikTok. Tiga konten terbaik memperoleh apresiasi beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp3 juta.

Bagi Hatan dan pendampingnya, pencapaian di tingkat nasional menjadi bagian dari perjalanan pengembangan inovasi yang berangkat dari lingkungan pendidikan. Sementara bagi pelajar lainnya, KALARESIK dapat menjadi contoh bahwa persoalan sehari-hari, termasuk limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal, menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi solusi kreatif.

Pada akhirnya, nilai sebuah inovasi tidak hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada kemampuannya menjawab kebutuhan nyata. Ketika kreativitas pelajar bertemu dengan pendampingan yang tepat dan peluang pengembangan yang berkelanjutan, ide sederhana pun berpotensi tumbuh menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat. |ADV