Otospeed.id – Pemalang. Sosok Pangeran Nurhikmah Putra Jaya kembali menjadi perhatian publik, bukan di lintasan motocross seperti sebelumnya, melainkan melalui langkah strategis dalam pengembangan bisnis yang berfokus pada penguatan pilar perekonomian daerah.
Crosser bernomor lambung #168 yang dulu dikenal dengan inovasi di dunia motocross nasional itu kini memusatkan perhatian pada ekspansi usaha di bawah naungan Nurhikmah Putra Jaya Group, yang terus berkembang di berbagai sektor.

Menurut Khotib Mubarok, Manager 168 Trans AKAP, langkah yang diambil sang pimpinan perusahaan merupakan bagian dari rencana besar jangka panjang. “Bapak sedang menyiapkan sesuatu yang besar untuk kelangsungan bisnis yang terus berkembang di tanah Pemalang,” ujarnya.

Inovasi Transportasi Double Decker di Lereng Gunung Slamet
Salah satu gebrakan yang menjadi perhatian publik adalah kehadiran armada bus double decker 168 Trans di jalur wisata lereng Gunung Slamet, wilayah Belik, Pemalang.
Langkah ini sempat diragukan karena medan yang dikenal ekstrem. Namun melalui kajian teknis dan observasi yang matang, armada tersebut berhasil dioperasikan.

Bus double decker tersebut menggunakan basis Scania K450CB asal Swedia dengan transmisi Opticruise 12 percepatan, serta dilengkapi fitur Hill Hold dan Electronic Braking System untuk menunjang keamanan perjalanan di jalur pegunungan.
Kehadiran armada ini sekaligus menjadi inovasi transportasi wisata baru yang memperkenalkan potensi alam Pemalang kepada masyarakat luas.

Permintaan Tinggi, Armada Baru Disiapkan
Tingginya minat masyarakat terhadap layanan premium 168 Trans mendorong perusahaan untuk menambah armada baru.
Febrian Ragil Wibowo, Manager 168 Trans Pariwisata, mengatakan bahwa pihak perusahaan telah memesan tambahan unit double decker. “Kemungkinan akan digunakan untuk armada AKAP, pariwisata, atau rute baru yang akan dibuka,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa permintaan layanan 168 Trans Pariwisata meningkat signifikan setiap semester. Saat ini perusahaan terus melakukan riset armada terbaru di karoseri Adiputro, Malang, untuk meningkatkan kualitas layanan.

Ekspansi ke Industri Elektronik dan Hardware
Memasuki tahun 2026, Nurhikmah Putra Jaya Group mulai mengembangkan bisnis di sektor industri elektronik dan hardware, yang menyasar kebutuhan perkantoran, lembaga pendidikan, industri kreatif, dan gaya hidup.
Transformasi bisnis ini ditandai dengan perubahan dari distributor berbagai merek hardware menjadi produsen hardware dengan legalitas pabrik dan sistem produksi yang terintegrasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi bisnis.

168 Farm Dorong Ekonomi Lokal
Selain sektor transportasi dan industri, pengembangan bisnis juga dilakukan melalui 168 Farm di Pemalang, yang bergerak di bidang peternakan ayam pedaging dan petelur untuk memenuhi distribusi pasar wilayah karesidenan plat R.
Menurut Jamiel, Manager 168 Farm, sektor ini memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. “Peningkatan lapangan kerja menjadi salah satu alasan sektor peternakan menjadi prioritas pengembangan bisnis,” ujarnya. Menariknya, motor Husqvarna Enduro bernomor #168 yang sebelumnya identik dengan dunia balap kini digunakan sebagai kendaraan operasional di area peternakan.

Langkah strategis yang dijalankan Pangeran Nurhikmah Putra Jaya menunjukkan fokus baru pada penguatan bisnis yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Pendekatan ini menegaskan komitmen Nurhikmah Putra Jaya Group dalam membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. |OS




