
Otospeed.id – Yogyakarta. Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan sepeda motor. Kondisi fisik, tingkat konsentrasi, hingga kebiasaan sebelum perjalanan juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang ketika menghadapi situasi di jalan.
Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Safety Riding Mahasiswa 2026 yang digelar Astra Motor Yogyakarta di Safety Riding Center Yogyakarta, Jalan Jend. Sudirman No. 99, Sabtu, 19 September 2026.
Sekitar 160 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mengikuti kegiatan yang mengangkat tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” tersebut. Tema itu digunakan untuk mengaitkan budaya minum kopi yang dekat dengan kehidupan anak muda dengan pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai cara berkendara yang aman. Mereka juga diajak memahami bahwa rasa lelah, kantuk, maupun menurunnya konsentrasi dapat berpengaruh terhadap kemampuan mengambil keputusan saat berada di jalan.
Kopi menjadi salah satu topik menarik dalam seminar karena minuman tersebut cukup dekat dengan keseharian mahasiswa. Namun, konsumsi kopi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
Melalui sesi bersama Coffee Enthusiast Lintang Noviantara, peserta mendapatkan wawasan mengenai budaya kopi yang berkembang di kalangan anak muda Yogyakarta. Pembahasan kemudian diarahkan pada hubungan antara kebiasaan mengonsumsi kopi dengan kondisi tubuh dan kemampuan menjaga fokus.
Pesan yang disampaikan cukup sederhana: ketika tubuh sudah lelah atau mengantuk, pengendara perlu mempertimbangkan kembali kondisi dirinya sebelum memulai perjalanan. Mengandalkan minuman berkafein saja bukan berarti seseorang otomatis berada dalam kondisi ideal untuk berkendara. Kewaspadaan dan kemampuan merespons situasi lalu lintas tetap membutuhkan kondisi fisik yang memadai.

Selain membahas kondisi tubuh, seminar tersebut juga memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek dasar keselamatan berkendara. Penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta kesiapan fisik dan mental menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari safety riding.
“Safety riding bukan hanya tentang bagaimana kita mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum berkendara. Kenali batas kemampuan tubuh, pastikan kondisi fisik dan mental siap, serta jangan memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan untuk berkendara,” terang Umum Santoso selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta.
Seminar Safety Riding Mahasiswa 2026 turut menghadirkan AKBP B. Widyamustikaningrum selaku Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY. Kehadiran unsur kepolisian, dunia pendidikan, industri, dan komunitas dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi keselamatan lalu lintas dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan.
Astra Motor Yogyakarta berharap mahasiswa yang mengikuti seminar dapat meneruskan pengetahuan mengenai keselamatan berkendara kepada lingkungan di sekitarnya, baik teman, keluarga, maupun komunitas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara di lingkungan kampus maupun masyarakat. Pesan keselamatan diharapkan tidak berhenti pada peserta seminar, tetapi dapat diteruskan kepada teman, keluarga, dan komunitas di lingkungan masing-masing”, ungkap Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta Julius Armando.
Pada akhirnya, berkendara aman bukan hanya tentang bagaimana seseorang mencapai tujuan, tetapi juga bagaimana memastikan perjalanan tersebut berlangsung dengan selamat.
Bagi generasi muda yang memiliki banyak aktivitas dan cita-cita, menjaga kondisi tubuh sebelum berkendara menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Secangkir kopi boleh menemani perjalanan, tetapi keselamatan tetap menjadi hal utama yang perlu dipersiapkan sebelum motor melaju. |ADV



