Otospeed.id – Jakarta. Lebih dari setengah abad sejak pertama kali diperkenalkan pada 1969, siluet mungil Honda Dax masih membawa identitas yang nyaris tak berubah, rangka T-shape yang khas, lampu bulat, sentuhan krom, serta karakter retro yang membuatnya mudah dikenali. Namun, di balik penampilannya yang seolah datang dari masa lalu, motor ini justru membawa sejumlah teknologi yang lekat dengan kebutuhan berkendara masa kini.
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali memberi penyegaran melalui dua pilihan warna baru, Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black.
Candy Energy Orange memadukan warna oranye dan hitam dengan karakter ekspresif. Sementara Pearl Shining Black menawarkan pendekatan berbeda melalui dominasi hitam yang elegan dan timeless. Keduanya berpadu dengan aksen krom pada sejumlah bagian, mempertahankan kesan klasik yang selama ini melekat pada Dax.
Di sinilah kekuatan Honda Dax berada: bukan pada upaya meninggalkan masa lalu, melainkan pada kemampuannya membawa masa lalu berjalan bersama masa kini.
Honda ST125 Dax dirancang sebagai iconic leisure bike sepeda motor yang tidak semata-mata ditujukan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain.
Ia menawarkan sesuatu yang semakin mahal di tengah kehidupan perkotaan: kesempatan untuk menikmati perjalanan itu sendiri.
Rangka T-shape menjadi pusat perhatian. Selain memberikan identitas visual yang kuat, rancangan tersebut sekaligus menjadi tempat penampungan bahan bakar sehingga bentuk keseluruhan motor tetap sederhana dan kompak.
Karakter retro diperkuat melalui setang krom yang diposisikan tinggi, knalpot dengan bentuk khas serta pelindung berlapis krom. Pada bagian rangka terdapat aksen garis hitam dengan tulisan Dax, berdampingan dengan logo Wing Honda klasik yang merepresentasikan warisan panjang merek tersebut.
Bahkan nama ST125 turut memperoleh sentuhan visual berupa ilustrasi anjing Dachshund—anjing berkaki pendek dengan tubuh memanjang yang menjadi inspirasi nama Dax. Namun, Honda tidak membiarkan nostalgia berhenti pada tampilan.

Lampu depan, belakang, dan sein telah menggunakan teknologi LED. Panel meter digital dengan negative display menjaga tampilan tetap sederhana, tetapi tetap menyajikan informasi yang dibutuhkan pengendara.
Jok setinggi 778 milimeter dari permukaan tanah dirancang dengan ruang yang memungkinkan motor digunakan berboncengan. Pegangan belakang juga disediakan untuk menunjang kenyamanan sekaligus keamanan ketika berkendara secara tandem.
Dengan kata lain, Dax tidak meminta pengendaranya memilih antara gaya dan fungsi. Keduanya dirancang untuk berjalan beriringan.
Di balik tubuh mungilnya, Honda ST125 Dax mengandalkan mesin SOHC 125 cc empat percepatan. Mesin berpendingin udara tersebut memiliki konfigurasi bore x stroke 50 x 63,1 milimeter dan rasio kompresi 10:1. Teknologi PGM-FI mendukung mesin menghasilkan tenaga maksimum 6,6 kW pada 7.000 rpm dan torsi puncak 10,4 Nm pada 5.000 rpm.
Kopling sentrifugal turut membuat pengoperasiannya lebih mudah.
Sektor kaki-kaki juga dirancang untuk mendukung karakter tersebut. Suspensi depan menggunakan tipe inverted telescopic, sedangkan bagian belakang mengandalkan suspensi ganda.
Untuk pengereman, Dax dibekali cakram berdiameter 220 milimeter di depan dan 190 milimeter di belakang. Sistem ABS satu kanal dipadukan dengan Inertial Measurement Unit (IMU), yang membantu mencegah roda belakang terangkat ketika terjadi pengereman mendadak.
Ban berukuran 12 inci menjadi elemen lain yang memperkuat tampilan sekaligus mendukung traksi. Ban depan berukuran 120/70, sementara bagian belakang menggunakan 130/70. Dengan bobot 107 kilogram dan jarak sumbu roda 1.198 milimeter, Dax tetap mempertahankan karakter kompak yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
“Honda ST125 Dax memiliki karakter yang kuat dan modern, sehingga setiap detail pada motor ini dapat menjadi bagian dari ekspresi pengendaranya. Kami berharap pilihan warna baru ini dapat semakin melengkapi kesenangan berkendara dan gaya hidup para pecinta Honda Dax di Indonesia,” ujar Octavianus Dwi Direktur Marketing AHM.
Honda ST125 Dax mencoba membuktikan hal tersebut: bahwa menjadi klasik tidak selalu berarti tertinggal. Kadang, justru karena memiliki identitas yang kuat, sebuah desain mampu melewati waktu tanpa kehilangan alasan untuk dicintai. Honda ST125 Dax saat ini dipasarkan dalam dua pilihan warna tersebut dengan harga On The Road (OTR) DKI Jakarta Rp84,5 juta. |ADV




