Otospeed.id – Surakarta. Solo memang gak pernah salah soal gelaran event balap motor, khususnya drag bike. Siak saja apa yang terjadi di Solo, Minggu (6/9/2026) kemarin. Sebanyak 537 starter tumplek blek di gelaran Gubernur Jateng Drag Bike 2026. Angka tersebut bukan sekadar statistik di lembar hasil lomba, tapi ini adalah fakta.
Dan yang lebih menarik, gelaran ini ternyata tidak berhenti sebagai ajang adu cepat semata. Pesan yang dibawa sejak awal pun cukup jelas: “STOP BALAP LIAR”. Itulah roh yang coba dibangun melalui Gubernur Jateng Drag Bike 2026. Daripada gaspol di jalan raya, kenapa tidak gaspol di sirkuit? Sebab, ketika ruang resmi untuk berkompetisi tersedia, pembalap tidak harus mempertaruhkan nyawa di jalan umum hanya demi membuktikan siapa yang paling cepat.
Promotor penyelenggara dalam hal ini yang didukung oleh Pemerintah Propinsi Jawa tengah memang sejak awal menempatkan event ini sebagai wadah bagi anak muda untuk menyalurkan hobi otomotif sekaligus menjaring bibit pembalap berprestasi. Pemerintah juga menekankan aspek keselamatan dalam penyelenggaraan balap.
Kapolres Surakarta yang hadir dalam gelaran kali ini bahkan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wadah positif bagi anak muda, terutama generasi Z yang memang banyak berkecimpung di dunia otomotif. Pesannya sederhana: lebih baik mengejar podium di arena daripada mencari sensasi di jalan.
Di sinilah event resmi seperti Gubernur Jateng Drag Bike bisa memainkan peran penting. Ada lintasan, ada regulasi, ada scrutineering, ada kelas yang jelas, ada juri, ada keselamatan, dan yang paling penting adalah, ada kesempatan untuk berprestasi.
Animo besar di Solo rupanya membuat bola semakin panas. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar kegiatan drag bike semacam ini tidak hanya berhenti di Solo. Dalam sambutannya, ia menyebut event serupa ke depan dapat hadir di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

Ini tentu kabar menarik bagi para pembalap dan pehobi balap. Pasalnya, semakin banyak kota menjadi tuan rumah, semakin banyak pula pembalap daerah yang mendapatkan kesempatan untuk turun di kompetisi resmi.
Bola panas tersebut rupanya langsung mendapat respons. Boyolali menjadi daerah pertama yang menyatakan kesanggupannya untuk menjadi tuan rumah. Dengan masuknya Boyolali, peta persaingan Gubernur Jateng Drag Bike 2026 bisa semakin menarik. Dan tentu saja ini diharapkan akan dapat menjaring lebih banyak atlet-atlet balap muda erpotensi dari Jawa Tengah.
Nah.. Solo sudah membuktikan animo yang bagus nih.. Berikutnya Boyolali juga sudah menyatakan siap. Sekarang tinggal pertanyaan berikutnya, Dua kota lainnya lagi kira-kira dimana yak… Apakah akan bergeser ke wilayah Jawa Tengah bagian barat? Atau justru menyasar kawasan Pantura? Hmm.. kita pantengin terus update selanjutnya ya gaesss… | BL@CK_DJ




