Warak Balap, Maskot Baru Semarang Drag Carnival, Simbol Kerukunan Antar Pembalap

Otospeed.id – Semarang. Yuhuuu.. Speedlovers pecinta balap sebangsa dan setanah air.. Belum lama ini Management Semarang Drag Carnival (SDC) merilis maskot baru yaitu Warak Balap. Diambil dari makhluk rekaan yang memiliki kepala naga, tubuh kombinasi Buraq dan kambing, serta bulu-bulu keriting berwarna-warni.

Warak yang menjadi ikon budaya Kota Semarang ini melambangkan akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tiongkok, serta menjadi bagian penting dari tradisi Dugderan sebagai media dakwah untuk menyambut Ramadan, yang biasa dikenal dengan Warak Ngendog. Kata Warak sendiri berasal dari Bahasa Arab “Wara’I” yang artinya suci.

Bukan tanpa sebab sejatinya apabila Management Semarang Drag Carnival mengambil Warak ini sebagai maskot. “Filosofinya selain Warak sendiri merupakan ikon Kota Semarang dan SDC juga digelar di Semarang, maka Warak kita ambil sebagai maskot yang mengambarkan kerukunan antar pembalap dari berbagai penjuru daerah yang datang ke Semarang”, papar Andry Jhon, dari Management SDC.

Yup, Warak sebagai ikon Kota Semarang sendiri merupakan penggabungan unsur Tiongkok (naga), Arab (Buraq), dan Jawa (kambing) untuk menunjukkan kerukunan multikultural di Semarang. Bentuknya yang lurus juga mencerminkan sifat warga Semarang yang lugas dan terbuka.

Inilah yang misi yang dibangun oleh Management SDC. Ditengah ketat dan sengitnya aura kompetisi di balap, namun ada kerukunan dan kekompakan, juga komunikasi dan interaksi positif yang selalu terjalin hangat antara para pelaku balap yang hadir di SDC yang berasal dari berbagai penjuru tanah air dengan satu visi mencetak prestasi. | BL@CK_DJ