Otospeed.id – Jerez. Pembalap Honda HRC, Jake Dixon, harus puas mengakhiri Race 1 World Superbike (WorldSBK) 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada posisi ke-11, Sabtu (17/10/2026). Sementara itu, rekan setimnya, Somkiat Chantra, finis di urutan ke-16 setelah menghadapi sejumlah kendala sepanjang balapan.
Hasil tersebut membuat Honda HRC belum mampu menempatkan pembalapnya di jajaran 10 besar pada balapan pertama seri pamungkas musim ini. Dixon berhasil mengamankan lima poin, sedangkan Chantra belum berhasil menembus zona peraih poin.
Jake Dixon Berjuang Amankan Posisi
Dixon memulai balapan dari posisi ke-12 setelah mencatatkan waktu terbaik 1 menit 38,209 detik pada sesi Superpole. Start dari baris keempat membuat pembalap asal Inggris tersebut harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi di tengah persaingan ketat para rivalnya.
Pada putaran awal, Dixon mampu mempertahankan posisinya. Peluang untuk naik peringkat datang pada lap ketujuh setelah salah satu pembalap di depannya tidak melanjutkan balapan. Situasi itu mengantarkan Dixon ke posisi ke-11.

Setelah berhasil memperbaiki posisi, Dixon berusaha mendekati Axel Bassani yang berada di urutan ke-10. Namun, upayanya untuk masuk 10 besar belum membuahkan hasil.
Memasuki lap-lap terakhir, Dixon justru mendapat tekanan dari Loris Baz yang terus memperkecil jarak. Meski demikian, pembalap bernomor 96 tersebut mampu menjaga ritme dan mempertahankan posisinya hingga menyentuh garis finis.
Tambahan lima poin menjadi hasil yang dibawa Dixon dari Race 1 Jerez. Kendati berhasil mengumpulkan poin, ia mengakui performa tim masih belum sesuai dengan target yang diharapkan.
Dixon menilai dirinya telah mengerahkan kemampuan maksimal sejak sesi kualifikasi hingga balapan. Ia juga berusaha mempertahankan posisi pada fase akhir lomba, tetapi hasil yang diraih belum cukup memuaskan.
Somkiat Chantra Kehilangan Kepercayaan Diri
Di sisi lain, Chantra menjalani balapan yang lebih sulit. Pembalap Thailand tersebut sebenarnya menunjukkan perkembangan positif saat sesi latihan bebas ketiga atau FP3.
Chantra mencatatkan waktu 1 menit 38,671 detik dan menempati posisi ke-12. Catatan tersebut meningkat hampir satu detik dibandingkan pencapaian terbaiknya pada Jumat.
Sayangnya, performa positif itu tidak berlanjut ketika memasuki sesi Superpole. Chantra membukukan waktu 1 menit 38,606 detik dan harus memulai Race 1 dari posisi ke-18.
Masalah kembali muncul saat balapan berlangsung. Chantra sempat merosot ke posisi ke-21 sebelum berusaha memperbaiki peringkatnya pada paruh kedua lomba.

Ia akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ke-16, terpaut kurang dari setengah detik dari zona poin.
Chantra mengungkapkan bahwa perubahan kondisi lintasan membuatnya kesulitan mendapatkan cengkeraman ban belakang ketika kualifikasi. Situasi berbeda juga dirasakannya saat balapan, terutama terkait respons bagian depan motor.
Kurangnya rasa percaya diri terhadap cengkeraman ban depan membuatnya tidak bisa memacu motor dengan lebih agresif. Kondisi tersebut turut memengaruhi upayanya untuk mengejar pembalap di depannya.
Pembalap bernomor 35 itu berharap tim Honda HRC dapat menemukan pengaturan motor yang lebih sesuai sebelum menjalani rangkaian balapan terakhir pada Minggu.
Honda HRC Siapkan Strategi untuk Balapan Terakhir
Hasil Race 1 menjadi bahan evaluasi bagi Honda HRC menjelang penutupan musim WorldSBK 2026. Tim perlu meningkatkan performa motor agar kedua pembalapnya mampu bersaing lebih dekat dengan kelompok depan.
Dixon diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman dari balapan pertama untuk memperbaiki hasil pada sesi berikutnya. Sementara itu, Chantra perlu mengatasi persoalan cengkeraman agar bisa tampil lebih konsisten.
Rangkaian hari terakhir di Jerez dijadwalkan berlangsung pada Minggu melalui Superpole Race sejauh 10 lap, sebelum dilanjutkan dengan Race 2 sebagai balapan penutup musim.

Honda HRC masih memiliki kesempatan untuk mengakhiri musim dengan hasil lebih baik. Namun, peningkatan performa motor dan kemampuan menjaga kecepatan sepanjang balapan akan menjadi faktor penting bagi Dixon maupun Chantra.
Dengan persaingan yang semakin ketat di seri pamungkas, kedua pembalap dituntut memaksimalkan setiap kesempatan untuk memperbaiki hasil sebelum musim WorldSBK 2026 resmi berakhir. |OS




