Otospeed.id – Lampung Timur. Kalau ada yang masih menganggap balap grasstrack dan motocross hanya tontonan pinggiran, rasanya harus datang langsung ke Sirkuit NJA, Lampung Timur, akhir pekan lalu. Sebab apa yang terjadi di Cleosa Series Grasstrack Motocross Championship 2026 Putaran 4 benar-benar di luar dugaan.
Sirkuit NJA bukan sekadar dipenuhi pembalap. Penonton benar-benar tumpah ruah. Dari laporan di lapangan, sekitar 23.000 penonton tercatat hadir selama dua hari gelaran. Hari pertama saja sudah dihajar sekitar 3.000 penonton, sebelum jumlahnya meledak menjadi sekitar 16.000 orang pada hari kedua. Angka tersebut bukan sekadar statistik. Itu adalah sinyal keras bahwa balap garuk tanah punya daya ledak luar biasa di Indonesia.

Dan ini bukan sekadar balapan, ini sudah jadi magnet massa. Sejak pagi sudah terlihat, arus penonton mulai mengarah ke Sirkuit NJA. Berbagai penjuru Lampung ikut mengirimkan penonton untuk menyaksikan langsung pertarungan para pembalap di lintasan tanah. Dan begitu balap dimulai, atmosfer berubah total. Suara mesin meraung, ban menggaruk permukaan tanah, debu beterbangan dan para pembalap bertarung mencari racing line terbaik.
Namun yang paling mencolok justru terjadi di luar lintasan. Sirkuit penuh sesak dengan sekitar 20 ribu penonton pada hari kedua, kawasan Sirkuit NJA berubah menjadi lautan manusia. Mereka datang bukan hanya untuk melihat siapa yang finis pertama, tetapi juga untuk merasakan atmosfer balap yang memang sulit digantikan oleh tontonan dari layar ponsel.
Inilah wajah lain olahraga otomotif Indonesia yang selama ini sering luput dari perhatian. Ketika kemasan acaranya tepat dan pertarungan di lintasannya menarik, penonton bisa datang dalam jumlah yang luar biasa. Dan Cleosa Management yang digawangi Andreas Edward Indiel, sukses mengemasnya menjadi sebuah event yang spektakuler.

Yang membuat Cleosa Series Grasstrack Motocross Championship 2026 semakin panas bukan cuma jumlah penontonnya. Nyaris semua pembalap papan atas tanah air ikut turun bertarung. Nama-nama besar dari berbagai daerah hadir dan menjadikan Sirkuit NJA sebagai arena pembuktian. Tidak ada istilah datang sekadar meramaikan. Begitu gate dibuka dan mesin dinyalakan, gengsi langsung dipertaruhkan.
Di sinilah daya tarik utama event ini. Penonton pun mendapatkan tontonan dengan kualitas persaingan yang memang layak disaksikan langsung. Setiap tikungan, lompatan, overtake dan duel di lintasan menjadi sajian yang membuat mata sulit berpaling. Balap garuk tanah memang punya karakter berbeda. Sekali pembalap membuka gas, penonton ikut terbawa emosi.

Kesuksesan event ini juga memperlihatkan bahwa Cleosa Management tidak sekadar menggelar perlombaan. Mereka tampaknya berhasil membaca satu hal penting: komunitas otomotif dan penonton balap membutuhkan event yang punya daya tarik kuat, kompetitif dan memberikan pengalaman langsung. Hasilnya?? 20 ribu penonton.
Nah, ini bagian yang menarik. Melihat kemeriahan, antusiasme penonton dan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Cleosa Management dipastikan bakal kembali hadir di Lampung tahun depan. Kalau tahun ini sekitar 20 ribu orang sudah tumpah ruah, pertanyaannya tinggal satu, Tahun depan bakal sebanyak apa?
Sebab jika Cleosa kembali membawa formula yang sama, pembalap papan atas, pertarungan sengit, kemasan event yang kuat dan atmosfer balap yang menggigit, bukan tidak mungkin angka penonton tahun depan justru kembali mencetak rekor baru. Dan kalau itu benar-benar terjadi, jangan kaget jika Lampung Timur perlahan berubah menjadi salah satu panggung wajib dalam kalender balap garuk tanah nasional. | BL@CK_DJ




