Otospeed.id – Lampung Timur. Di balik gemuruh mesin, raungan knalpot, debu yang beterbangan dan puluhan ribu pasang mata yang memenuhi Sirkuit NJA, ada satu nama yang layak mendapat sorotan: Hery NJA. Bukan sekadar sebagai tuan rumah. Bukan pula hanya sebagai pengusaha yang mendukung sebuah event balap.
Hery NJA adalah sosok yang punya hubungan emosional cukup panjang dengan dunia balap garuk tanah. Dan kecintaannya terhadap dunia yang pernah membesarkan namanya itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan lahirnya Cleosa Series Grasstrack Motocross Championship 2026 Putaran 4 di tanah kelahirannya, Lampung Timur, 12-13 September 2026.
Sebelum dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses, Hery NJA terlebih dahulu akrab dengan kerasnya dunia grasstrack. Pada eranya, ia merupakan salah satu pembalap yang cukup diperhitungkan dan kerap menorehkan prestasi di berbagai ajang balap garuk tanah. Dan karakter kompetitif yang terbentuk dari dunia balap tersebut tampaknya ikut terbawa ketika dirinya kemudian menekuni dunia bisnis.
Saat ini Hery dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di sejumlah sektor, mulai dari transportasi, baja ringan hingga perkebunan. Kesibukan bisnis tentu membuat waktu semakin terbatas. Namun satu hal yang tidak pernah benar-benar hilang adalah kecintaannya terhadap dunia otomotif, khususnya dunia garuk tanah.
Setelah memutuskan pensiun sebagai pembalap grasstrack, Hery tetap menjaga adrenalinnya melalui hobi trabas menggunakan motor trail. Bagi Hery, mungkin dunia balap memang sudah ditinggalkan sebagai profesi. Tetapi jiwa pembalapnya belum benar-benar pensiun.
Kecintaan tersebut kemudian menemukan bentuk yang jauh lebih besar. Ketika muncul gagasan menghadirkan Cleosa Series di Lampung Timur, Hery NJA tidak ingin sekadar menjadi penonton atau sponsor di belakang layar. Ia justru membuka lahannya sendiri. Sekitar empat hektare perkebunan karet miliknya direlakan untuk dialihfungsikan menjadi sirkuit grasstrack motocross.

Bayangkan saja, sebuah lahan perkebunan miiknya, kemudian disulap menjadi arena pertarungan para pembalap. Tentu saja ini bukan lagi sekadar persoalan membangun sebuah sirkuit. Ini tentang bagaimana seseorang memberikan bagian dari apa yang dimilikinya untuk sesuatu yang memang ia cintai.
Dan ketika gate start dibuka, keputusan tersebut akhirnya terbayar lunas oleh sebuah pemandangan yang mungkin membuat Hery tersenyum lebar. Sirkuit NJA penuh manusia. Ketika sirkuit miliknya sendiri menjadi panggung balap nasional yang mencatatkan sejarah sebuah gelaran balap garuk tanah yang spektakuler dihadiri puluhan pembalap papan atas.
Dan di balik suksesnya gelaran tersebut, mulai muncul wacana tentang agenda besar berikutnya di Lampung. Kabarnya, agenda tersebut bakal mendapat dukungan penuh dari Bos Hery NJA, Bos Mustofa MTC, serta tentunya bersama Cleosa Management.

Pertanyaannya sekarang, Agenda apa yang sedang disiapkan? Apakah kembali balap garuk tanah dengan skala yang lebih besar? Atau justru sesuatu yang levelnya jauh lebih “dahsyat”? Hmm.. Belum ada jawaban resmi yang bisa dibuka sekarang. Tapi melihat sepak terjang orang-orang di baliknya, rasanya cukup masuk akal kalau kita mulai penasaran.
Hery NJA sudah membuktikan bahwa empat hektare kebun karet bisa berubah menjadi panggung balap yang diserbu puluhan ribu penonton. Lantas, apa yang akan terjadi pada agenda berikutnya? Kita tunggu update-nya, Gaesss! Karena kalau Bos Hery NJA, Bos Mustofa MTC dan Cleosa Management sudah duduk satu meja, rasanya ceritanya belum akan berhenti di Sirkuit NJA. | BL@CK_DJ




