Otospeed.id – Red. Dalam dunia otomotif dan industri, gasket merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai perapat antara dua permukaan agar tidak terjadi kebocoran cairan, gas, maupun tekanan. Namun, masih banyak yang bertanya, apakah gasket bekas boleh dipakai kembali?
Jawaban singkatnya adalah tidak disarankan. “Meskipun pada beberapa kondisi gasket bekas terlihat masih bagus, penggunaan kembali dapat meningkatkan risiko kebocoran dan kerusakan pada komponen mesin”, terang Ronny Steven, CEO Tennoci Gasket, produsen gasket karya anak bangsa.
Menurut pria yang akrab disapa Ko Steven ini, sebagian besar gasket dirancang sebagai komponen sekali pakai (single-use). Saat baut dikencangkan sesuai torsi yang ditentukan, gasket akan mengalami kompresi dan menyesuaikan bentuk permukaan yang disegel. Setelah dilepas, bentuk tersebut tidak dapat kembali seperti semula.
Akibatnya, jika gasket dipasang kembali, kemampuan sealing-nya sudah tidak optimal sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran oli, kebocoran coolant atau air radiator, kebocoran gas buang atau udara bertekanan, penurunan performa mesin, kerusakan komponen akibat kehilangan pelumasan atau pendinginan.
Lalu, kapan gasket bekas masih bisa digunakan?
Lebih lanjut Ko Stevent menjelaskan bahwa ada kondisi tertentu, beberapa jenis gasket masih dapat digunakan kembali, tetapi hanya jika memenuhi syarat berikut, terbuat dari material logam yang memang dirancang untuk penggunaan ulang, tidak robek, retak, penyok, atau mengalami deformasi, permukaannya masih rata dan bersih, produsen mesin atau peralatan mengizinkan penggunaan ulang.
Ko Steven mencontohkan pada beberapa gasket berbahan tembaga (copper gasket) atau gasket logam tertentu pada aplikasi industri dapat digunakan kembali setelah melalui proses pemeriksaan atau perlakuan khusus. Namun, untuk gasket berbahan kertas, serat, gabus, atau komposit, penggunaan ulang umumnya tidak dianjurkan.
Menghemat biaya dengan memakai gasket bekas sering kali justru menimbulkan pengeluaran yang lebih besar, karena akan muncul beberapa resiko. Diantaranya adalah kebocoran fluida. Seal yang tidak sempurna dapat menyebabkan oli, coolant, atau bahan bakar merembes keluar. Resiko lain adalah pada mesin atau sistem hidrolik, kebocoran kecil dapat menyebabkan tekanan turun sehingga performa sistem menurun.
Resiko terparahnnya adalah terjadinya overheating. Pasalnya jika gasket yang digunakan adalah gasket head silinder, kebocoran coolant dapat menyebabkan mesin mengalami overheat. Ujung-ujungnya ini akan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih mahal. Proses pembongkaran harus dilakukan kembali yang akhirnya membuat biaya tenaga kerja dan waktu yang terbuang dengan percuma dan biasanya jauh lebih mahal dibandingkan harga gasket baru.
Jadi, menggunakan gasket baru merupakan pilihan yang lebih aman, lebih andal, dan lebih ekonomis dalam jangka panjang karena dapat mencegah kebocoran serta menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. | BL@CK_DJ




