Otospeed.id – Blora. Gelaran DWS Drag Bike Championship Feat. IMI Blora tidak hanya mengedepankan adu kecepatan dan kemeriahan. Sebelum event berlangsung, penyelenggara terlebih dahulu menjalani assessment dari Direktorat Pam Obvit Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan lokasi, kelayakan lintasan, fasilitas pendukung, hingga sistem pengamanan kegiatan.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event balap motor yang mempertemukan ratusan peserta dan menarik perhatian masyarakat. Assessment dilakukan untuk mengevaluasi berbagai potensi risiko sekaligus memastikan seluruh unsur pendukung kegiatan telah disiapkan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun insiden fatal.

Dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga, aspek keamanan memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga menyebutkan bahwa pengamanan kompetisi olahraga bertujuan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, dalam olahraga otomotif, Ikatan Motor Indonesia (IMI) juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas. IMI menyebut bahwa olahraga otomotif memiliki risiko, sehingga penerapan standar keselamatan diperlukan untuk mengurangi dampak kecelakaan.

Ada sejumlah aspek yang harus diperiksa sebelum gelaran adu balap kebut lurus resmi di Blora kali ini. Mulai dari kondisi dan kelayakan lintasan, area pengereman dan zona keselamatan, pagar pembatas dan posisi penonton, fasilitas medis dan penanganan keadaan darurat, sistem pemadam dan penanganan kebakaran, manajemen penonton dan kerumunan, rekayasa dan pengamanan lalu lintas, sistem komunikasi dan koordinasi, kesiapan petugas dan marshal, dan kesiapan regulasi dan teknis perlombaan.
Assessment sebelum pelaksanaan event balap pada akhirnya bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan izin. Proses tersebut menjadi instrumen untuk melihat apakah sebuah kegiatan sudah memiliki kesiapan yang memadai dari sisi lintasan, fasilitas, peserta, penonton, petugas, lalu lintas, medis, hingga penanganan keadaan darurat.
Ketua IMI Jateng, Frits Yohanes yang hadir dan menyaksikan secara langsung jalannya balap mulai awal sampai akhir pun menyambut baik dengan dilakukannya assessment ini. “Assessment menunjukkan bahwa aspek keselamatan ditempatkan sebagai bagian penting dari keseluruhan penyelenggaraan”, ujar pria asli Wonogiri ini.
Lebih lanjut Frits menjelaskan bahwa event balap bukan hanya tentang siapa yang menjadi pembalap tercepat. Di balik setiap start terdapat sistem keselamatan yang harus bekerja secara bersamaan. Mulai dari lintasan, petugas, perangkat timing, pembatas penonton, tenaga medis, pengamanan, hingga koordinasi dengan aparat.

Manahadap Management yang kali ini bertugas sebagai Racing Committee juga mengamini apa yang disampaikan oleh Ketua IMI Jateng. “Dalam setiap gelaran balap yang dikemas oleh Manahadap Management, safety memang selalu menjadi utama dan perhatian khusus kami”, tegas Dhatu Haryo, punggawa Manahadap Management.
Dengan persiapan dan assessment yang matang, gelaran DWS Drag Bike Championship Feat. IMI Blora diharapkan tidak hanya mampu mengobati kerinduan masyarakat Blora terhadap olahraga drag bike, tetapi juga menghadirkan kompetisi yang aman, tertib, profesional, dan mampu menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pembalap baru berprestasi. | BL@CK_DJ




