Otospeed.id – Red. Oli mesin rembes setelah ganti gasket silinder head atau gasket blok mesin kerap bikin pemilik motor kesal. Apalagi, komponen sudah diganti baru, tetapi hanya bertahan beberapa hari sebelum kebocoran kembali muncul. Nah.. Jangan buru-buru menyalahkan kualitas gasket atau menganggap silinder head cacat produksi. Bisa jadi, masalah sebenarnya justru terletak pada permukaan komponen yang sudah tidak rata.
Pemasangan gasket baru bukan jaminan kebocoran langsung teratasi. Ada sejumlah faktor teknis yang perlu diperiksa, terutama kondisi permukaan silinder head dan blok mesin. “Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah terlalu fokus mengganti gasket tanpa memeriksa penyebab kebocoran secara menyeluruh”, ujar Ronny Steven, CEO Tenno Miracle Indonesia, produsen Gasket Tennoci.

Menurut Ko Steven, gasket akan bekerja optimal ketika terpasang di antara dua permukaan yang bersih, rata, dan sesuai spesifikasi pabrikan. “Jika salah satu permukaan mengalami perubahan bentuk, kemampuan gasket untuk menyekat celah tentu saja akan berkurang. Akibatnya, oli dapat merembes melalui bagian sambungan yang tidak lagi rapat”, imbuh Ko Steven.
Kasus ini patut mendapat perhatian lebih, terutama pada motor yang pernah mengalami kekurangan oli mesin hingga piston macet atau mengunci. Ketika volume oli terlalu sedikit, pelumasan komponen internal mesin terganggu. Gesekan meningkat, temperatur melonjak, dan sejumlah komponen berisiko mengalami keausan berat akibat panas berlebih.
Dalam kondisi ekstrem, panas dapat menyebabkan perubahan bentuk pada permukaan silinder head atau kepala silinder. Permukaan yang semula rata bisa mengalami deformasi atau melengkung, sehingga tidak lagi mampu menjepit gasket secara merata. Jika kondisi ini terjadi, mengganti gasket berkali-kali belum tentu menyelesaikan masalah. Gasket baru tetap harus berhadapan dengan permukaan yang tidak rata, sehingga potensi kebocoran masih terbuka.

Meski demikian, mesin yang pernah kehabisan oli tidak otomatis membuat silinder head melengkung. Kondisi aktual komponen tetap harus diperiksa untuk memastikan sumber kerusakannya. Permukaan silinder head dan blok mesin harus diperiksa. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan alat ukur kerataan dan acuan batas toleransi yang ditetapkan pabrikan.
Jika permukaan silinder head tidak rata tetapi masih memungkinkan untuk diperbaiki, proses skir atau perataan permukaan dapat menjadi solusi. Pengerjaan ini harus dilakukan secara presisi, dengan memperhatikan batas minimum tinggi kepala silinder serta spesifikasi teknis mesin. Jika silinder head sudah mengalami kerusakan berat, retak, atau tidak lagi memenuhi batas toleransi setelah diperiksa, penggantian komponen bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Setelah kondisi permukaan dipastikan sesuai spesifikasi, pemilihan gasket menjadi langkah penting berikutnya. “Gunakan gasket berkualitas yang sesuai dengan tipe dan spesifikasi mesin. Pastikan bentuk, ketebalan, serta lubang saluran oli dan pendingin sesuai dengan komponen yang digunakan”, wanti Ko Steven.

Jadi, jangan langsung memvonis gasket berkualitas buruk sebelum seluruh faktor tersebut diperiksa ya gaess. Pastikan permukaan komponen sesuai spesifikasi, gunakan gasket berkualitas, dan lakukan pemasangan dengan prosedur yang benar agar mesin kembali rapat, aman, dan optimal. | BL@CK_DJ




