Bukan Sekadar Promotor, Haji Mawan Dragon Konsisten Mengangkat Balap Sumatera ke Panggung Nasional

Otospeed.id – Jambi. Dunia otomotif Sumatera memang tak pernah kekurangan talenta. Yang kerap menjadi persoalan justru bagaimana talenta-talenta tersebut mendapatkan panggung kompetisi yang konsisten, profesional, dan mampu mempertemukan mereka dengan pembalap dari berbagai daerah. Nah.. Di titik inilah nama Haji Darmawansyah menjadi menarik untuk dibicarakan.

Selama bertahun-tahun, sosok yang dikenal sebagai Haji Mawan Dragon tidak hanya berada di belakang kemudi organisasi dan event otomotif. Melalui Dragon Event Organizer, ia ikut membangun sejumlah kompetisi yang lahir dari Sumatera, tetapi kemudian memiliki gaung hingga tingkat nasional.

Dari Sumatera Cup Prix, Sumatera Drag Championship hingga Sumatera Grasstrack Championship, jejak Haji Mawan Dragon menunjukkan satu benang merah: membangun panggung agar pembalap Sumatera punya ruang untuk berkembang dan bersaing lebih jauh. Dan salah satu yang paling menonjol memang Sumatera Cup Prix (SCP).

Event yang dikomandoi Haji Mawan Dragon bersama Arissandro tersebut kemudian menjadi salah satu panggung yang mempertemukan pembalap-pembalap Sumatera dengan kompetitor dari berbagai daerah. Bahkan pada 2020, SCP mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari program nasional IMI setelah dinilai memenuhi standar penyelenggaraan yang dipersyaratkan.

Ada satu hal yang menarik dari perjalanan SCP. Event tersebut memang lahir di Sumatera, tetapi orientasinya tidak pernah berhenti pada kepentingan lokal. Haji Mawan Dragon menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional dan kompetitif dengan standar penyelenggaraan setara kejuaraan nasional, sekaligus mengangkat balap motor di Sumatera.

Pernyataan tersebut menjadi relevan jika melihat perjalanan SCP selama hampir satu dekade. Dari sebuah kompetisi yang lahir di Pulau Sumatera, SCP berkembang menjadi event yang ditunggu komunitas balap. Bahkan sejak kemunculannya pada 2016, SCP turut menjadi wadah pembinaan dan pembibitan yang kemudian ikut melahirkan pembalap-pembalap Sumatera yang berkiprah di level lebih tinggi.

Setelah Sumatera Cup Prix berkembang menjadi salah satu event road race yang dikenal luas, Dragon Event Organizer memperluas wilayah garapannya. Setelah itu lahir Sumatera Drag Championship (SDC) yang membawa kompetisi drag bike ke dalam ekosistem event Dragon. Dan tahun 2026 ini, terbaru hadir Sumatera Grasstrack Championship (SGC).

Di sinilah terlihat pola yang konsisten. Ketika komunitas membutuhkan panggung, Haji Mawan Dragon mencoba menghadirkannya. Bagi seorang yang pernah merasakan langsung kerasnya persaingan di lintasan, persoalan pembinaan tentu memiliki perspektif berbeda.

Haji Mawan sendiri memulai perjalanan balapnya sejak 1993 di ajang grasstrack, kemudian melanjutkan karier di road race sejak 1995 hingga 2008. Ia juga pernah menjadi bagian dari kontingen atlet PON Kalimantan Timur 2008. Setelah perjalanan sebagai pembalap, aktivitasnya berlanjut di organisasi IMI dan dunia penyelenggaraan event.

Menariknya, pusat aktivitas Dragon Event Organizer berada di Jambi. Namun event-event yang digagasnya justru bergerak melampaui batas provinsi. Inilah yang membuat kiprah Haji Mawan Dragon memiliki dimensi berbeda. Ia tidak hanya berbicara tentang bagaimana membuat event balap di Jambi, tetapi bagaimana membawa nama Sumatera masuk dalam percakapan balap nasional.

Jika seluruh perjalanan tersebut ditarik ke belakang, kiprah Haji Mawan Dragon di dunia otomotif bukanlah sesuatu yang baru muncul menjelang pencalonannya sebagai Ketua IMI Pengprov Jambi. Ia telah menjalani perjalanan panjang.

Dan kini Ia membawa pengalaman itu ke bursa Ketua IMI Jambi. Pada September 2026, H. Mawan Dragon resmi mengambil formulir sebagai bakal calon Ketua Pengprov IMI Jambi periode 2026–2030. Ia menjadi nama pertama yang tercatat mengambil formulir dalam tahapan penjaringan tersebut.

Pencalonan itu membuat rekam jejaknya di dunia event kembali menjadi perhatian. Sebab, berbicara mengenai Haji Mawan Dragon bukan hanya berbicara mengenai seorang mantan pembalap. Ada pengalaman lebih dari tiga dekade di dalamnya. Ada pengalaman organisasi, ada pengalaman mengelola event.

Dan yang tidak kalah penting, ada pengalaman membangun kompetisi dari Sumatera hingga mendapatkan perhatian di tingkat nasional. Dan perjalanan Haji Mawan Dragon di dunia otomotif sudah berjalan jauh sebelum bursa Ketua IMI Jambi 2026–2030 dimulai. | BL@CK_DJ