Gasket, Seal, dan O-Ring: Apa Bedanya? Kenali Fungsi dan Penggunaannya pada Kendaraan

Photo: ilustrasi

Otospeed.id – Red. Dalam sebuah kendaraan, ada banyak komponen kecil yang bekerja untuk mencegah kebocoran. Tiga di antaranya yang paling sering ditemui adalah gasket, seal, dan O-ring. Ketiganya sama-sama berfungsi menjaga agar fluida seperti oli, coolant, bahan bakar, maupun udara tidak keluar dari jalur yang seharusnya.

Namun, gasket, seal, dan O-ring bukanlah komponen yang sama. “Masing-masing komponen tersebut memiliki bentuk, cara kerja, material, serta lokasi penggunaan yang berbeda”, tegas Ronny Steven, CEO Tennoci Miracle Indonesia, produsen Gasket Tennoci.

Lantas, apa perbedaan gasket, seal, dan O-ring pada kendaraan? Berikut penjelasannya.

Gasket adalah komponen penyekat yang digunakan di antara dua permukaan yang saling bertemu, terutama pada sambungan komponen mesin. Gasket biasanya bekerja dengan cara mengisi celah atau ketidaksempurnaan kecil pada dua permukaan yang dikencangkan. Ketika baut dikencangkan, gasket tertekan sehingga mampu mencegah kebocoran.

Contoh penggunaannya antara lain, gasket kepala silinder atau cylinder head gasket, gasket tutup klep, gasket intake manifold, gasket exhaust manifold, gasket bak oli atau oil pan, gasket pada berbagai sambungan sistem pendingin. Materialnya pun cukup beragam, mulai dari kertas khusus, karet, gabus, komposit, hingga logam.

Berbeda dengan gasket, seal umumnya digunakan untuk mencegah kebocoran pada bagian yang memiliki gerakan atau pergerakan relatif. Seal banyak ditemukan pada komponen yang memiliki poros berputar atau bergerak. Karena itu, material dan desain seal biasanya disesuaikan dengan jenis fluida, temperatur, tekanan, serta kecepatan gerakan komponen.

Beberapa contoh seal pada kendaraan adalah, oil seal pada poros mesin, seal crankshaft, seal camshaft, seal transmisi, seal pada sistem power steering dan seal pada komponen suspensi tertentu. Salah satu contoh yang mudah ditemui adalah oil seal. Komponen ini berfungsi menahan oli agar tidak merembes keluar di sekitar poros yang berputar.

Lanjut ke O-ring, ini adalah jenis seal berbentuk cincin dengan penampang menyerupai huruf O. Umumnya komponen ini dibuat dari material elastomer seperti karet sintetis yang memiliki karakteristik sesuai kebutuhan aplikasi.

Cara kerjanya relatif sederhana. Ketika dipasang pada alur (groove) dan kedua komponen dikencangkan, O-ring mengalami tekanan sehingga membentuk penghalang terhadap fluida atau udara. O-ring sendiri banyak digunakan pada, sambungan pipa dan selang, sistem pendingin, sistem bahan bakar, sistem AC kendaraan, sistem hidrolik, komponen mesin dan transmisi.

Nah.. dari penjelasan singkat tersebut diatas, yang jelas jika dilihat dari bentuk dan penggunaannya, ketiganya sangat berbeda. Sama-sama berfungsi mencegah kebocoran, tetapi ketiganya memiliki desain dan penggunaan yang berbeda. Gasket umumnya digunakan sebagai penyekat di antara dua permukaan yang tidak bergerak, seal banyak digunakan pada komponen yang bergerak, sedangkan O-ring merupakan jenis seal berbentuk cincin. | BL@CK_DJ