IMI Jateng Kumpulkan EO dan Penyelenggara Balap, Safety Jadi Panglima Penyelenggaraan Event

0-0x0-0-0#

Otospeed.id – Semarang. Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah mengambil langkah serius untuk meningkatkan standar keselamatan penyelenggaraan event otomotif. Bertempat di Graha IMI Jateng, kawasan GOR Jatidiri Semarang, Rabu (19/8), IMI Jateng mengumpulkan event organizer (EO), promotor, klub, serta para penyelenggara event balap di Jawa Tengah untuk menyamakan pemahaman mengenai regulasi keselamatan sekaligus menyosialisasikan sejumlah aturan baru dari IMI Pusat.

Pertemuan ini menjadi penting di tengah semakin tingginya aktivitas olahraga otomotif di Jawa Tengah. Jumlah event, baik roda dua maupun roda empat, terus berkembang dengan berbagai format dan skala penyelenggaraan. Di sisi lain, peningkatan kuantitas tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pengamanan, kesiapan perangkat pertandingan, kelayakan lintasan, hingga perlindungan terhadap pembalap, kru, penonton dan masyarakat sekitar.

IMI Pusat sendiri telah menyediakan regulasi olahraga kendaraan bermotor 2026, termasuk Peraturan Keselamatan Perlombaan dan Peraturan Teknik Keselamatan untuk berbagai disiplin olahraga otomotif.

“Salah satu poin penting yang disosialisasikan adalah mekanisme pengurusan rekomendasi penyelenggaraan event. Ke depan, proses rekomendasi ditekankan untuk berjalan secara berjenjang, dimulai dari Pengcab IMI Kabupaten/Kota, kemudian diteruskan ke IMI Pengprov Jawa Tengah, hingga proses sesuai ketentuan di IMI Pusat”, tegas Fritz Yohanes, selalu Ketua IMI Jateng.

Frits Yohanes, Ketua Umum IMI Pengprov Jateng (2 dari kiri)

Lebih lanjut Frits menjelaskan bahwa hal tersebut bukan dimaksudkan untuk memperpanjang birokrasi, melainkan memastikan setiap event telah melalui proses pemeriksaan dan evaluasi dari tingkat paling dekat dengan lokasi kegiatan.

Dengan pola tersebut, kondisi lapangan dapat diketahui lebih awal. Mulai dari kesiapan lokasi, karakter lintasan, akses keluar-masuk, pengamanan penonton, kesiapan perangkat pertandingan, hingga dukungan medis dan evakuasi dapat dibahas sebelum rekomendasi diterbitkan.

Untuk event dengan jenjang nasional, regulasi IMI juga menempatkan rekomendasi IMI Provinsi sebagai bagian dari proses menuju penerbitan keputusan IMI Pusat. Penyelenggara dan perangkat perlombaan harus memenuhi persyaratan serta memiliki lisensi sesuai tingkat penyelenggaraannya.

Pengetatan ini juga tidak terlepas dari evaluasi terhadap kondisi penyelenggaraan event otomotif di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir. Setiap kejadian, sekecil apa pun, harus menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh stakeholder motorsport.

Prinsipnya sederhana: event balap tidak boleh hanya mengejar ramai, kompetitif dan menarik secara komersial, tetapi juga harus mampu memberikan jaminan keselamatan.

IMI Jateng sebelumnya juga telah menegaskan bahwa meningkatnya jumlah dan kualitas event otomotif pada 2026 harus diimbangi dengan semakin ketatnya penerbitan rekomendasi. Keselamatan pembalap, penonton dan masyarakat menjadi prioritas.

Karena itu, rekomendasi IMI bukan sekadar formalitas administratif. Rekomendasi merupakan bagian dari mekanisme kontrol agar sebuah event benar-benar siap dilaksanakan.

Dalam forum tersebut, pemahaman mengenai safety juga diarahkan agar tidak berhenti pada kelengkapan perlengkapan keselamatan pembalap. Keselamatan harus menjadi sistem yang dibangun sejak tahap perencanaan event.

Penyelenggara harus memikirkan bagaimana lintasan disiapkan, bagaimana penonton ditempatkan, bagaimana marshal bekerja, bagaimana komunikasi dilakukan ketika terjadi insiden, serta seberapa cepat korban dapat mendapatkan pertolongan dan dievakuasi.

Regulasi penyelenggaraan IMI juga mengenal berbagai perangkat keselamatan, termasuk petugas safety, tenaga medis, ambulans, kendaraan intervensi awal, kendaraan safety, hingga perangkat pendukung evakuasi sesuai kebutuhan dan karakter event.

Artinya, safety harus menjadi bagian dari desain event, bukan hanya menjadi perlengkapan yang dicari menjelang hari pelaksanaan.

IMI Jateng juga mendorong EO dan promotor untuk meningkatkan profesionalisme. Event organizer harus memahami bahwa menjadi penyelenggara event otomotif berarti memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan semua pihak yang berada di lokasi kegiatan.

Mulai dari pembalap, kru, panitia, marshal, perangkat pertandingan, media, penonton, hingga masyarakat di sekitar lokasi event harus menjadi bagian dari perhitungan risiko.

Hal ini sejalan dengan prinsip IMI bahwa penyelenggara event harus melaksanakan kegiatan secara profesional dan sesuai prosedur serta ketentuan yang ditetapkan organisasi.

Dengan demikian, penyelenggara tidak hanya dituntut mampu membuat event yang menarik, tetapi juga memiliki kemampuan manajemen risiko dan memahami regulasi olahraga otomotif. | BL@CK_DJ