Otospeed.id – Boyolali. Performa luar biasa ditampilkan oleh bocah ajaib ini. Dua seri, dua kemenangan kelas 160 Junior. Dan lebih menarik lagi, ternyata ini baru tahun pertama Ararauna Kalandra Quthni turun di Moto Mini Indonesia dan sekaligus tahun pertamanya mengendarai Ohvale. Bocah asal Purworejo ini datang bukan untuk sekadar meramaikan starting grid.
Ada sesuatu yang menarik dari kemunculan Ararauna di pentas Moto Mini Indonesia 2026. Bocah yang akrab disapa Ara itu memang masih sangat muda. Tetapi ketika visor helm ditutup dan lampu start padam, ukuran tubuh seolah tidak lagi menjadi persoalan. Di Sirkuit Gokart Boyolali, Sabtu-Minggu, (12-13/9) kemarin, Ara justru tampil dengan cara yang membuat banyak pasang mata menoleh.
Bukan sekali, bukan pula sekadar kebetulan. Race demi race dilalui dengan performa meyakinkan hingga bocah yang masih duduk di Grade 1 Gistrav Islamia School Jogja menyapu bersih kelas 160 Junior dan berdiri di podium tertinggi pada Seri 1 maupun Seri 2 Moto Mini Indonesia.

Kalau melihat bagaimana Ara tampil di Boyolali, orang mungkin akan mengira anak ini sudah bertahun-tahun berjibaku dengan Ohvale. Namun faktanya tidak demikian. Perjalanan Ara di dunia balap justru dimulai dari usia yang sangat dini. Ketertarikannya terhadap dunia balap sudah muncul sejak sekitar usia 18 bulan, ketika ia mencoba race pushbike.
Baru pada 2024, ketertarikan terhadap dunia roda dua kembali menemukan jalannya. Ara mulai bermain pocket bike. Dan pada Maret 2024, datanglah pengalaman yang mungkin sekarang terasa lucu untuk dikenang: race pertamanya, ketika Ara bahkan belum bisa berbelok dengan baik. Dari titik itulah semuanya perlahan berkembang.
Latihan pocket bike dijalani di Purworejo bersama Cahya KKSpeed. Setelah itu Ara berpindah ke Jogja untuk belajar lebih serius bersama Koh Yoyo. Kini proses pengembangan kemampuannya berlanjut bersama Bima Octavianuz, ayah dari pembalap muda Valera Octavianuz. Rangkaian proses tersebut menunjukkan bahwa performa Ara di Boyolali bukan sesuatu yang instant. Ada proses panjang di belakangnya.
Ada cerita menarik di balik motor Ohvale yang sekarang menjadi tunggangan Ara. Motor tersebut merupakan hadiah ulang tahun ke-6 dari sang ayah dan Ibu, Fifaldy dan Mahanani. Bagi sebagian anak, hadiah ulang tahun mungkin berakhir menjadi mainan yang sesekali digunakan. Tetapi bagi Ara, Ohvale justru menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan balapnya.

Hanya dalam waktu relatif singkat beradaptasi dengan motor tersebut, Ara sudah berani masuk ke kompetisi. Dan bukan sekadar masuk, Ia langsung bertarung. Cara ia bertarung di lintasan juga layak mendapat perhatian. Ara berani berhadapan dengan rival-rival yang lebih senior. Tidak terlihat seperti pembalap yang datang dengan mental sekadar mencari pengalaman.
Dari dua seri pertama di Boyolali ini bisa adalah fakta. Ararauna Kalandra Quthni bukan sekadar pembalap cilik yang sedang mencari pengalaman. Ia adalah nama kecil yang mulai menunjukkan potensi besar. | BL@CK_DJ




