Otospeed.id – Brebes. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Region 2 yang digelar di Brebes, Jawa Tengah, menghadirkan kejutan tersendiri. Di tengah anggapan bahwa gelaran kejurnas drag bike kerap sepi peminat, ajang yang dikemas Manahadap Management ini justru berhasil menarik 585 starter, melampaui target awal yang hanya dipatok sebanyak 500 starter.
Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan balap lurus nasional, khususnya di wilayah Region 2 Jawa. Bukan cuma kelas supporting yang ramai peserta, kelas-kelas kejurnas yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan peminat juga berhasil terisi.

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemilihan lokasi, strategi penyelenggaraan, dan kemampuan membaca potensi peserta bisa menjadi faktor penting untuk membangun kembali daya tarik kompetisi drag bike level nasional.
Di balik ramainya peserta, ada pertimbangan tersendiri ketika Manahadap Management memilih Brebes sebagai lokasi penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike Region 2. Dan inilah salah satu strategi Manahadap Management, yaitu pemilihan lokasi yang tepat.

Yup.. secara geografis, Brebes berada di pesisir utara Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Posisi ini memberikan keuntungan tersendiri, terutama untuk menjangkau pembalap dari berbagai daerah di Jawa Tengah sekaligus menarik peserta dari wilayah Jawa Barat.
Bagi pembalap Jawa Barat, Brebes menawarkan akses yang relatif lebih dekat dibandingkan jika kejuaraan digelar lebih jauh ke wilayah tengah atau timur Pulau Jawa. Faktor jarak dan kemudahan mobilitas tentu menjadi pertimbangan penting bagi tim balap yang harus membawa motor, perlengkapan, mekanik, serta kru pendukung.
Strategi ini memperlihatkan bahwa menentukan lokasi balapan bukan semata-mata persoalan ketersediaan sirkuit. Jangkauan peserta dan potensi pasar pembalap di sekitar lokasi juga perlu diperhitungkan agar kejuaraan memiliki daya tarik yang lebih luas. Hasilnya terlihat dari jumlah starter yang berhasil dikumpulkan.
Bagi penyelenggara, jumlah peserta menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur daya tarik sebuah kejuaraan. Dalam gelaran di Brebes ini, capaian 585 starter memberikan gambaran bahwa Kejurnas Drag Bike Region 2 masih memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dikemas dengan strategi yang tepat.
Dhatu Haryo, selaku punggawa Manahadap Management, mengungkapkan bahwa kondisi kejuaraan nasional drag bike pada tahun-tahun sebelumnya kerap menghadapi persoalan minimnya peserta. “Gelaran kejurnas drag bike dari tahun ke tahun sering kali kurang diminati. Bahkan, kelas kejurnas tidak jarang sepi peserta, sementara kelas supporting justru menjadi kategori yang paling banyak diikuti”, ujar Haryo.

Kondisi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi penyelenggara maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan balap lurus nasional. Sebab, kelas kejurnas semestinya menjadi salah satu daya tarik utama dalam sebuah kejuaraan berstatus nasional.
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya kelas supporting kerap menjadi tumpuan jumlah peserta, kondisi di Brebes menunjukkan adanya peluang untuk membangun kembali persaingan di kelas utama. Dengan peserta yang lebih merata, atmosfer kompetisi diharapkan semakin kompetitif dan memberikan nilai lebih bagi pembalap maupun penonton.
Keberhasilan mengumpulkan 585 starter dari target awal 500 menunjukkan bahwa Brebes memiliki potensi sebagai titik temu pembalap dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Langkah Manahadap Management memilih Brebes juga memperlihatkan pentingnya memahami karakter geografis dan mobilitas komunitas balap. Ketika akses menjadi lebih memungkinkan bagi peserta dari berbagai daerah, peluang untuk membangun grid yang lebih ramai pun semakin terbuka.
Kini, tantangannya adalah menjaga momentum tersebut. Antusiasme peserta perlu dipertahankan agar kelas kejurnas tidak hanya ramai pada satu kesempatan, tetapi juga menjadi pilihan utama pembalap dalam kalender kompetisi berikutnya. | BL@CK_DJ




