Otospeed.id – Bengkulu Utara. Gelaran Sumatera Grasstrack Championship (SGC) Round 2 di Bengkulu kembali menunjukkan perkembangan yang menarik. Konsistensi jumlah starter dari seri pertama hingga seri kedua menjadi salah satu indikator bahwa kejuaraan grasstrack ini mulai mendapatkan tempat di hati para pecinta balap garuk tanah Indonesia umumnya, khususnya di wilayah Sumatera.
Pada SGC Round 1, tercatat sebanyak 371 starter ambil bagian. Jumlah tersebut kemudian meningkat pada seri kedua dengan 376 starter. Angka tersebut menunjukkan bahwa antusiasme peserta tetap terjaga dan relatif stabil dari satu seri ke seri berikutnya.
Konsistensi jumlah starter tersebut juga menjadi gambaran bahwa SGC mulai diterima oleh komunitas balap garuk tanah di Indonesia, terutama para pembalap, tim, dan komunitas yang berada di Sumatera. Keberlanjutan partisipasi mereka menjadi modal penting bagi SGC untuk terus berkembang sebagai salah satu ajang grasstrack yang kompetitif dan menarik perhatian.

Terbukti, gelaran SGC Round 2 Bengkulu jadi perang bintang. Cosser-crosser terbaik papan atas di tanah air hadir dan mengikuti gelaran ini sejak seri 1 digulirkan. Ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru Sumatera juga jadi tolok ukur berapa hadirnya SGC yang baru tahun ini digelar telah menjadi magnet baru jagat balap garuk tanah Sumatera.
CEO Dragon Event Organizer, Haji Mawan Dragon, selaku promotor penyelenggara SGC, mengaku senang dengan progress keberhasilan pelaksanaan dua seri yang telah berlangsung.

Menurut Haji Mawan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak yang terlibat, terutama masyarakat dan komunitas pecinta balap garuk tanah yang terus memberikan respons positif terhadap kehadiran SGC.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pecinta balap garuk tanah, komunitas, pembalap, serta tim yang selalu hadir dan ikut meramaikan setiap gelaran SGC.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat pecinta balap garuk tanah, komunitas, pembalap dan tim yang selalu hadir di setiap gelaran SGC. Dukungan mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan SGC hingga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Haji Mawan.
Bagi Dragon Event Organizer, konsistensi jumlah starter dari Round 1 hingga Round 2 menjadi sinyal positif bahwa SGC memiliki potensi untuk terus berkembang. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan dan keterlibatan komunitas balap garuk tanah.

Haji Mawan berharap ke depannya SGC dapat menjadi salah satu event balap garuk tanah yang semakin besar dan memiliki daya tarik bagi pembalap dari berbagai daerah di Indonesia.
“Harapannya, ke depan SGC bisa menjadi event balap garuk tanah yang semakin besar, semakin dikenal dan mampu menjadi wadah bagi pembalap-pembalap dari berbagai daerah untuk berkompetisi,” tambahnya.
Dengan dua seri yang telah berjalan dan jumlah starter yang tetap berada di kisaran angka yang tinggi, perjalanan SGC masih memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Dukungan pembalap, tim, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar kejuaraan ini dapat terus hadir dan memberikan warna baru bagi perkembangan balap garuk tanah di Sumatera maupun Indonesia. | BL@CK_DJ




