Otospeed.id – Semarang. Gelaran Grand Final Kejunas Motoprix Region B 2026 menyisakan sebuah kenangan indah dan tak terlupakan bagi Ararauna Kalandra Quthni. Bukan sekadar balapan penutup musim bagi Ararauna. Tetapi pada gelaran kali ini bakal menjadi “last dance” bersama pocket bike bagi bocah yang selama ini begitu identik dengan motor balap mini ini.
Ya, setelah final Motoprix 2026, cerita Ara bersama pocket bike bakal resmi memasuki bab terakhir. Bukan karena prestasinya menurun. Justru sebaliknya. Pocket bike telah menjadi kendaraan yang mengantarkan nama Ararauna Kalandra Quthni mencuri perhatian di usia yang masih sangat belia. Dari lintasan kecil hingga berbagai ajang balap, sederet catatan prestasi berhasil dikoleksinya.

Tak berlebihan jika kemudian julukan “Si Bocah Ajaib” begitu lekat dengan pembalap cilik asal Purworejo ini. Di usianya yang masih sangat belia dan tak butuh waktu lama, Ara berani bersaing bahkan mengungguli rival-rivalnya yang notabene lebih awal naik pocket bike.
Nah.. Setelah sekian lama mengasah skill dengan pocket bike, Ara kini bersiap membuka lembaran baru. Grand Final Motoprix Region B 2026 telah menjadi kesempatan terakhirnya menikmati pertarungan menggunakan motor mungil tersebut sebelum benar-benar naik kelas. Dan Ara menutup kisahnya bersama dengan pocket bike kesayangannya dengan manis. Podium 1 kelas pocket bike lagi-lagi kembali diraihnya.

Meskipun demikian, Ara belum benar-benar pensiun dari pocket bike sepenuhnya. “Ara masih harus menyelesaikan 1 seri di Lenka Series, kemudian di seri Moto Mini masih tersisa 2 seri lagi. Baru setelah itu tahun depan Ara benar-benar sudah tidak bermain di pocket bike”, tutur Faldi, sang ayahanda Ararauna.
Keputusan Ara meninggalkan pocket bike bukan berarti meninggalkan dunia balap. Justru ini menjadi sinyal bahwa perjalanan kariernya mulai memasuki fase yang lebih serius. Ke depan, fokus Ara akan diarahkan ke Moto Mini Sports dengan mengandalkan Ohvale. Ara bakal menghadapi motor dengan karakter, teknik, serta tuntutan riding yang berbeda.
Ia diproyeksikan turun di kelas 160cc Junior, sebuah langkah yang tentunya bakal menjadi tantangan baru bagi bocah yang sejak usia sangat muda sudah terbiasa merasakan atmosfer kompetisi. Di sinilah kemampuan Ara akan kembali diuji. Jika sebelumnya pocket bike menjadi tempatnya membangun keberanian, feeling dan racing line, maka Ohvale akan menjadi panggung berikutnya untuk mengembangkan semuanya ke level yang lebih tinggi.
Ohvale adalah tiket Ara untuk memasuki level permainan yang berbeda. Dan di kelas Moto Mini Sports, ia akan bertemu tantangan baru, karakter motor baru dan tentu saja lawan-lawan baru. Tidak ada jaminan cerita indah di pocket bike otomatis terulang begitu saja. Justru di situlah menariknya. Ara harus kembali belajar, beradaptasi dan membuktikan diri.

Si Bocah Ajaib kini siap meninggalkan fase pertamanya dan menantang kelas baru. Kalau selama ini pocket bike menjadi saksi lahirnya prestasi-prestasinya, maka menarik untuk melihat sejauh mana Ara mampu berbicara ketika roda dua yang ditungganginya mulai naik kelas.
Dan Ara juga sudah membuktikannya, pada seri 1 dan 2 Moto Mini Sports di Boyolali, beberapa waktu yang lalu, Ara berhasil menyapu bersih gelar juara kelas 160cc junior. Welldone Ara!! | BL@CK_DJ




