Otospeed.id – Australia. Honda HRC PETRONAS bersiap mengakhiri perjalanan mereka di musim 2026 melalui seri pamungkas yang berlangsung di Darwin, Australia. Meski gelar juara dunia sudah berada di tangan Jeffrey Herlings, masih ada sejumlah target yang ingin diselesaikan tim pada dua moto terakhir musim ini.
Herlings datang ke Darwin dengan modal luar biasa. Pembalap asal Belanda tersebut telah memastikan gelar juara dunia setelah tampil dominan sepanjang kompetisi. Dari 18 putaran yang sudah dilalui, Herlings berhasil mengamankan 12 kemenangan. Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu pembalap paling konsisten sepanjang musim.

Herlings Ingin Pertahankan Rekor Kemenangan
Seri terakhir di Darwin menjadi kesempatan bagi Herlings untuk kembali memperlihatkan dominasinya. Pada putaran sebelumnya di Shanghai, China, pembalap Honda HRC PETRONAS tersebut berhasil menyapu bersih dua sesi balapan.
Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan kemenangannya di setiap sesi menjadi 38 secara beruntun. Kini, masih terdapat dua moto yang harus dijalani. Herlings pun memiliki peluang untuk menutup musim dengan mempertahankan rekor tersebut.
Selain mengejar kemenangan, terdapat satu penghargaan lain yang masih menjadi perhatian Herlings, yakni Holeshot Award. Posisinya hanya terpaut satu kemenangan holeshot dari rekan setimnya, Tom Vialle. Dengan demikian, persaingan keduanya belum sepenuhnya selesai meskipun perebutan gelar juara dunia telah berakhir.

Tom Vialle Bertekad Akhiri Musim dengan Kemenangan
Di kubu lain, Tom Vialle datang ke Australia dengan motivasi untuk menutup musim secara positif. Pembalap bernomor 16 tersebut belum kembali memenangkan moto sejak seri Swiss. Namun, ia mampu menunjukkan konsistensi melalui rangkaian empat podium secara beruntun.
Vialle sempat memiliki peluang meraih kemenangan ketika tampil di Turki. Sayangnya, hasil yang didapatnya pada seri Shanghai tidak sesuai harapan. Kendati demikian, posisinya di klasemen tetap cukup kuat. Vialle kini menempati peringkat keempat dan masih memiliki dua kesempatan terakhir untuk memperbaiki catatan musim 2026.
Setelah mengalami kondisi kurang ideal di China, Vialle mengatakan dirinya sudah merasa lebih baik menjelang balapan di Australia. “Saya tidak merasa dalam kondisi terbaik di China, tetapi minggu ini saya sudah lebih baik dan bersemangat menghadapi Australia,” ujar Vialle.
Cuaca Darwin Bisa Jadi Faktor Penting
Balapan di Darwin menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Kondisi panas menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan oleh tim dan pembalap selama akhir pekan. Herlings berharap seri terakhir kali ini bisa berlangsung lebih lancar dibandingkan pengalaman Australia sebelumnya yang sempat dipengaruhi kondisi cuaca.
Pembalap nomor 84 itu juga masih memiliki target untuk mempertahankan rentetan kemenangannya hingga balapan terakhir. “Masih ada satu putaran dan akan menyenangkan jika bisa mempertahankan performa ini sampai akhir musim,” kata Herlings.

Debut Honda HRC PETRONAS Berbuah Positif
Musim 2026 juga menjadi periode penting bagi Honda HRC PETRONAS karena Herlings dan Vialle sama-sama menjalani musim debut bersama tim.
Keduanya harus beradaptasi dengan Honda CRF450RW sekaligus menghadapi persaingan ketat sepanjang kalender kejuaraan. Hasil yang diraih sepanjang musim menunjukkan kemampuan keduanya beradaptasi dengan motor dan lingkungan tim baru.
Kini, semua perhatian tertuju pada dua moto terakhir di Darwin. Herlings berusaha menutup musim dengan tambahan kemenangan, sedangkan Vialle masih memburu kesempatan untuk kembali berdiri di posisi teratas.
Seri Australia tersebut sekaligus menjadi panggung terakhir bagi Honda HRC PETRONAS sebelum seluruh perhatian beralih ke persiapan menghadapi musim berikutnya. |OS




