Kikie Je, Drag Biker Cewek XPDC GBS Racing Team, Rebut Juara 3 Matic 200cc Open BMI Larkos Drag Bike Samarinda

Otospeed.id – Samarinda. Dunia drag bike selama ini identik dengan dominasi kaum pria. Namun, pemandangan berbeda mulai terlihat di sejumlah lintasan balap Kalimantan. Di antara deretan drag biker yang bertarung mengejar catatan waktu terbaik, ada sosok perempuan yang konsisten hadir dan tak gentar menghadapi persaingan. Dia adalah Kikie Je, drag biker cewek yang bernaung di bawah XPDC GBS RacingTeam.

Dan terbukti, pada gelaran kejuaraan BMI Larkos Drag Bike Samarinda yang dihajat pada Hari Minggu (20/9) ini, Kikie berhasil menyabet posisi tiga Kelas Matic 200cc Open. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa meskipun seorang wanita, Kikie juga mampu bersaing dengan rival-rivalnya yang notabene didominasi oleh kaum adam.

Sejak mulai menekuni dunia balap pada 2024, Kikie memang menunjukkan progres yang cukup menarik. Dalam perjalanan kariernya, perempuan ini sudah beberapa kali merasakan podium di sejumlah kejuaraan drag bike yang digelar di Kalimantan.

Kikie Je

Yang menarik, konsistensinya bukan hanya terlihat dari hasil balapan. Kikie hampir selalu ada ketika gelaran drag bike kembali digelar di berbagai daerah di Kalimantan. Lintasan demi lintasan dijajalnya, membawa motor balap sekaligus pengalaman baru untuk terus mengasah kemampuan. Dukungan besar dari keluarga juga menjadi salah satu yang memacu semangat Kikie untuk terus berprestasi.

Bagi sebagian orang, balap mungkin terlihat sederhana. Datang ke sirkuit, naik motor, lalu melaju sekencang-kencangnya di lintasan lurus. Faktanya jauh berbeda. Drag bike menuntut keberanian, konsentrasi, kontrol motor, serta kemampuan membaca karakter mesin dan lintasan. Selisih waktu yang sangat tipis bisa menentukan posisi akhir seorang pembalap.

Di tengah persaingan tersebut, Kikie memilih membangun kariernya secara bertahap. Sejak 2024, ia mulai rutin turun di berbagai ajang drag bike di Kalimantan. Beberapa podium yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa prosesnya mulai membuahkan hasil. Bagi Kikie, setiap kejuaraan bukan sekadar soal menang atau kalah. Setiap kali turun lintasan, selalu ada pengalaman baru yang bisa dibawa pulang. Dan dari sanalah jam terbang seorang drag biker dibangun.

Oleh Haji Muhammad Ilyas, sang punggawa XPDC GBS Racing Team, Kikie Je memang spesialis dimainkan  kelas matic 200cc Open. Kelas yang satu ini juga bukan kelas yang mudah, karena karakter motor matic dengan performa tinggi menuntut feeling dan kontrol yang tepat sejak start hingga garis finis. Apalagi Kikie juga harus bertarung di kelas yang notabene didominasi kaum adam ini.

Meski matic menjadi spesialisasinya, ia juga dikenal piawai ketika harus membesut motor lainnya. Kemampuan tersebut menjadi modal tersendiri bagi seorang pembalap, terutama untuk memperluas pengalaman dan memahami karakter motor dengan konfigurasi yang berbeda.

Kariernya memang belum panjang jika dibandingkan dengan sejumlah pembalap senior. Namun, perjalanan sejak 2024 sudah memperlihatkan satu hal penting: di dunia balap, nama besar tidak lahir dalam satu malam. Ia dibangun dari keberanian untuk terus turun lintasan, belajar dari setiap race, menerima kekalahan, dan kembali datang dengan persiapan yang lebih matang. Dan Kikie Je sudah memulai proses itu. | BL@CK_DJ